Internet Ngadat, Peserta SM3T Kesal

287

SEKARAN – Sebanyak 604 peserta yang sudah lolos dari seleksi administrasi pada program Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (SM3T), Selasa (1/7) mengikuti tes potensi akademik, tes kemampuan dasar, serta tes kemampuan bidang studi yang dilakukan secara daring (online) di Universitas Negeri Semarang (Unnes). Namun pelaksanaan tes di 6 ruang berbeda tersebut menemui kendala yaitu server pusat SM3T Direktorat Pendidikan Tinggi (Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tidak dapat diakses peserta. Lebih dari 1 jam, peserta dipaksa menunggu hingga laman SM3T kembali bisa diakses.
Beberapa peserta mengaku kesal dengan ’ngadatnya’ laman. Mereka harusnya pada pukul 13.00 sudah mengerjakan soal, namun karena bermasalah, pengerjaan tes harus diundur. Salah satu peserta tes, Mochammad Azza Nurul M mengaku kesal karena waktu mengerjakan menjadi molor. ”Sudah panas, internet tidak bisa diakses, menunggu 1 jam lebih lagi,” tutur Azza dengan nada kesal, Selasa (1/7).
Alumnus Jurusan Pendidikan Seni Unnes tersebut ingin mengikuti SM3T lantaran kesulitan mencari pekerjaan. ”Kalau lolos dan sampai ikut SM3T, dapat uang saku per bulan Rp 2,5 juta hingga Rp 5 juta,” kata Azza.
Senada dengan Azza, Siti Wahyuni, alumnus Universitas Muria Kudus (UMK) ini juga mengaku kesal akibat harus menunggu untuk dapat mengakses laman SM3T. ”Mau gimana lagi ya harus nunggu,” tutur Siti.
Menurut Siti, motivasinya mengikuti program SM3T karena memang bercita-cita menjadi guru. ”Mengabdi itu kan tidak hanya di kota asal saja, namun di mana saja,” kata mantan mahasiswa Jurusan Bahasa Inggris UMK tersebut.
Menurut Ketua Penyelenggara SM3T region Unnes, Ngabiyanto, ngadatnya laman tersebut tidak disebabkan akses internet di kampus Unnes, namun server pusat SM3T yang memang tidak bisa diakses. ”Unnes hanya pemfasilitas, kalau masalah laman tidak bisa diakses, itu kan permasalahan pusat,” kata Ngabiyanto.
Menurut Ngabiyanto, peserta SM3T Unnes yang lolos seleksi nantinya akan dikirim ke empat daerah, yakni Aceh Besar, Manggarai, Ende (NTT), dan Landak, Kalimantan Barat. (mg1/ton/ce1)