Lebaran, Tambah 15 Armada Baru

281

BRT Kodidor IV

BALAI KOTA – Sebanyak 15 Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang baru dipastikan akan beroperasi di koridor IV rute Cangkiran-Bandara Ahmad Yani Semarang pada 1 Agustus 2014 mendatang. Namun  diharapkan 15 armada tersebut bisa melayani penumpang saat momen Lebaran mendatang.
Direktur PT Matra Semar, konsorsium pemenang lelang operasional BRT Trans Semarang koridor IV, Bambang Purnomo, mengatakan, pihaknya akan melakukan pengadaan sebanyak 15 unit bus untuk operasional di koridor IV. Pembelian tersebut bekerja sama dengan Bank Pembangunan Daerah (BPD) Daerah Istimewa Jogjakarta. Setiap satu unit bus harga pembeliannya sebesar Rp 650 juta. ”Pembayarannya akan diangsur selama empat tahun, atau sebesar Rp 12 juta per bulan untuk setiap unit,” jelas Bambang Purnomo kemarin.
Dia menjelaskan, dalam pengadaan bus ini ada 6 perusahaan bus yang selama ini beroperasi di rute Cangkiran Mijen, yang tergabung dalam konsorsium. ”Total akan ada 15 bus angkutan umum lama dari 34 trayek yang akan dihilangkan dan diganti BRT,” katanya.
Sistem penggantian bus berbeda dengan koridor 1 rute Mangkang-Penggaron yang menggunakan bus besar. Karena di koridor IV ini akan menggunakan bus ukuran sedang, sehingga sistem penggantian bus satu berbanding satu. ”Artinya, hanya ada 15 bus lama yang akan diganti 15 BRT ukuran sedang. Kalau di koridor 1 kan tiga berbanding satu, tiga bus lama diganti satu BRT ukuran besar,” jelasnya.
Seperti diketahui, selama ini ada 5 armada BRT ukuran besar yang beroperasi di koridor IV. Saat peluncuran sebenarnya yang dioperasikan berukuran sedang. Tapi, karena belum ada pengadaan bus, maka menyewa 5 bus ukuran besar milik PT DAMRI. Bus ukuran sedang yang digunakan peluncuran sendiri adalah meminjam BRT yang beropersi di koridor II rute Terboyo-Sisemut (Ungaran).
Sejak awal juga direncanakan yang beroperasi di koridor IV ini sebanyak 20 unit BRT ukuran sedang. Dengan adanya tambahan 15 unit BRT ukuran sedang ini, maka rencana 20 unit tersebut akan menjadi terpenuhi.
Bambang Purnomo menjelaskan, proses pengadaan 15 unit bus sedang tersebut sudah 70 persen selesai. Diharapkan pada 23 Juli mendatang sudah keluar dari karoseri. Kemudian pada 24 Juli dilakukan uji KIR. Sehingga diharapkan saat Lebaran nanti 15 bus itu sudah bisa mulai melayani penumpang.
Pihaknya sebenarnya berharap bus umum trayek Cangkiran diganti BRT semua. Sebab, bisnis jasa usaha transportasi umum saat ini mengalami kembang kempis. Bahkan untuk membeli ban asli pun pengusaha kesulitan. ”Jadi, tawaran dari pemerintah (membentuk konsorsium) seperti gayung bersambut,” ujarnya.
Ia mencatat beberapa hal yang perlu diperbaiki pemerintah terkait akan ada penambahan bus yang beroperasi di koridor IV. Yakni, banyak shelter tempat naik dan turun penumpang yang kondisinya membutuhkan perbaikan. Jumlahnya juga perlu ditingkatkan agar pelayanan bisa maksimal.
Menanggapi hal itu, Kepala Badan Layanan Umum BRT Trans Semarang, Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Semarang, Bambang Kuntarso, mengakui banyak shelter yang kondisinya butuh perbaikan. Tidak hanya di koridor IV, tapi juga di koridor I dan II.
Karena itu, pihaknya akan mengajukan anggaran perawatan shelter di APBD Perubahan 2014 sekitar Rp 150 juta. Pada APBD 2014 murni anggaran untuk perawatan shelter ini belum ada. Khusus shelter di koridor IV, pembangunannya memang banyak yang portabel atau bisa dipindahkan. Hal itu dilakukan karena saat itu dan sampai sekarang sedang dilakukan pelebaran jalan di rute tersebut. ”Tidak memungkinkan kalau dibangun permanen langsung, tapi nanti akan kami perbaiki,” tegasnya.
Di samping itu, pada pembahasan APBD Perubahan 2014 nanti pihaknya juga akan mengajukan anggaran operasional koridor III. Operasional BRT dengan rencana rute dari Pelabuhan-kawasan Dr Cipto ini ditargetkan bisa Oktober mendatang. Namun jika tidak berhasil, maka akan diajukan di APBD 2015 murni. (zal/aro/ce1)