Nilai Matematika 4,25 Daftar SMP Favorit

9830

KARANG TEMPEL – Sejumlah SMP negeri favorit masih dibanjiri calon pendaftar pada penerimaan peserta didik (PPD) 2014 tingkat SMP, Selasa (1/7) kemarin. Salah satunya di SMP Negeri 2 Semarang. Meski tak semua pendaftar memiliki nilai baik, tapi mereka tetap optimistis bisa diterima di SMP yang notabene eks rintisan sekolah bertaraf Internasional (RSBI) tersebut.
Gabriel Irawan misalnya. Lulusan SD Negeri Karang Tempel ini memiliki nilai yang tergolong minim, yakni 20,80. Rincian nilai ujian sekolah (US) yang diperoleh untuk mata pelajaran (mapel) Bahasa Indonesia (8,00), Matematika (4,25), dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) (6,50), dengan jumlah nilai 18,75. Ditambah dengan nilai prestasi sebagai juara lomba IPA, sehingga total 20,80. Namun dengan modal nilai itu, Gabriel merasa optimistis bisa diterima di SMP 2.
Ketua Panitia PPD SMPN 2 Semarang, Martono mengakui, beberapa siswa yang memiliki nilai rendah tetap nekat mendaftarkan diri di SMPN 2 Semarang. Ia menilai calon siswa tersebut hanya mencari keberuntungan. Apalagi setelah tahu rata-rata nilai ujian sekolah (US) SD di Kota Semarang tahun ini jeblok.
”Sudah tahu nilainya mepet, kok daftar di sini. Atau memang mungkin ingin mencari keberuntungan saja,” tutur Martono kepada Radar Semarang, Selasa (1/7).
Diakui, pada PPD tahun ini, nilai calon siswa yang sudah terdaftar di SMP favorit maupun tidak, mengalami penurunan dibanding tahun lalu. ”Dibanding tahun lalu, rata-rata nilai siswa yang mendaftar tahun ini menurun,” kata Martono. Meski begitu, lanjut dia, siswa yang nilainya tergolong kecil tetap merasa pede (percaya diri) untuk mendaftar di SMP favorit.
Pada PPP SMP hari kedua kemarin, sejumlah siswa dan orang tuanya juga aktif memantau jurnal pendaftaran. Mereka menghitung apakah nilai yang dimiliki putra-putrinya berpeluang diterima di sekolah tujuan atau tidak. Salah satunya Nur Kholis, orang tua Ichsanun Ivan, lulusan SD Muktiharjo 1. Ia masih memantau jurnal pendaftaran di SMP 2. ”Nilai anak saya 27,79. Tapi, saya masih memantau perkembangannya dulu. Jika nilai pendaftar rata-rata di bawah anak saya, baru saya ambil tindakan (mendaftar, Red),” kata Nur.
Berdasarkan pantauan Radar Semarang hingga pukul 16.00, nilai tertinggi peserta PPD yang mendaftar di SMP 2 Semarang adalah 31,59, dengan rincian nilai mapel Bahasa Indonesia (9,40), Matematika (9,75), IPA (9,75), ditambah nilai prestasi 2,25. Sedangkan jumlah peserta PPD yang sudah terdaftar di SMP 2 sebanyak 472 siswa, sebanyak 299 siswa di antaranya sudah verifikasi. SMP 2 sendiri tahun ini akan menerima siswa baru sebanyak 255 anak.
Terpisah, Kepala SMPN 1 Semarang, Nusantara, mengaku jika nilai rata-rata peserta PPD turun dikarenakan kualitas soal ujian sekolah (US) yang tingkat kesulitannya mengalami peningkatan.
”Dibanding tahun lalu memang mengalami peningkatan untuk tingkat kesulitan soal US SD,” kata Nusantara kepada Radar Semarang, Selasa (1/7).
Namun turunnya standar nilai penerimaan siswa SMP khususnya SMP 1, untuk tahun ini, menurut Nusantara, belum bisa ditentukan.
Dikatakan, untuk tahun ini, SMP juga tidak diperkenankan untuk menambah rombel (rombongan belajar). Menurut dia, jumlah rombel sudah ditentukan dalam perwal atau peraturan wali kota. Tahun ini, setiap SMP memiliki batas maksimal 9 rombel. ”Untuk SMP 1 sendiri membuka 9 rombel,” tutur Nusantara.
Hingga hari kedua PPD SMP digelar, nilai tertinggi calon siswa yang sudah terdaftar di SMP 1 Semarang adalah 30,80, dengan rincian nilai mapel Bahasa Indonesia (9,60), Matematika (10,00), dan IPA (9,25). Sedangkan untuk nilai terendah yang sudah terdaftar adalah 20,35, dengan rincian nilai mapel Bahasa Indonesia (8,80), Matematika (4,00), dan IPA (6,50).
Jumlah peserta PPD yang sudah terdaftar di SMP N 1 hingga kemarin sebanyak 519 siswa. Sedangkan yang sudah melakukan verifikasi data berjumlah 349 siswa. Untuk daya tampung SMP 1 sebanyak 288 siswa. PPD 2014 se-Kota Semarang untuk jenjang SMP, dibuka hingga 4 Juli 2014, dan hasil PPD akan diumumkan pada 8 Juli 2014.

SD Kekurangan Murid

Sementara itu, sejumlah SD di wilayah unit pelaksana teknis daerah (UPTD) Kecamatan Gunungpati kekurangan siswa baru untuk tahun ajaran 2014-2015. Pada Selasa (1/7) kemarin, kebetulan secara serentak pengumuman penerimaan peserta didik (PPD) SD se-Kota Semarang diumumkan.
Berdasarkan pantauan, beberapa SD di wilayah Gunungpati banyak yang tidak dapat memenuhi kuota siswa sesuai yang diharapkan. Mestinya dalam setiap tahun, kuota PPD SD di Kota Semarang harus bisa menampung 40 anak.
Seperti di SD Negeri Kandri 2 Jalan Kreo Raya yang baru mendapat tiga siswa yang mendaftar. Jumlah tersebut yang paling memprihatinkan di tahun ini dan sebelumnya.
”Memang benar, hanya ada tiga siswa yang mendaftar di tempat kami. Mungkin satu kelasnya nanti hanya ada lima siswa, karena kemarin ada lima anak yang tidak naik kelas,” jelas Kepala SDN Kandri 2 Sugiyanto.
Sugiyanto mengaku sedih karena tahun lalu siswa yang mendaftar masih 20 anak, dan sekarang lebih parah hanya tiga orang. ”Tetapi kami tetap akan melangsungkan pelajaran seperti biasa. Penyebab kami selalu kekurangan siswa karena lokasi sekolah kami berada di lingkungan perkampungan,” jelasnya.
Dia mengaku, sudah berusaha masuk ke rumah-rumah warga mencari siswa yang usianya sudah sekitar enam tahun. ”Tetapi kok sudah tidak ada Mas, sehingga apa boleh buat kita terima kondisi ini,” cetusnya.
Kekurangan siswa juga terjadi di SD Negeri Gunungpati 3 yang jumlah siswanya yang mendaftar hanya ada tiga anak setelah diumumkan. Sementara pihak sekolah hingga kemarin belum bisa dihubungi, namun beberapa kepala sekolah di UPTD Gunungpati membenarkan akan kurangnya siswa di SDN Gunungpati 3.
Kepala SD Kandri 1 Sayogya mengatakan, berdasarkan informasi dari para kepala sekolah bahwa SD Negeri Gunungpati 3 kasusnya juga sama dengan SD Negeri Kandri 2.
”Saya juga tahu kalau SDN Gunungpati 3 hanya ada tiga siswa yang mendaftar. Alhamdulillah kalau di tempat saya SD Kandri 1 bisa memenuhi kuota, yakni ada 38 pendaftar ditambah yang tidak naik kelas kemarin ada dua jadi pas 40 anak satu kelasnya,” ungkapnya.
Kekurangan siswa juga terjadi di SD Negeri Sukorejo 1 yang pendaftarnya hanya 14 anak. ”Di tempat kita juga selalu jadi langganan kekurangan murid. Karena juga masalah letaknya juga di pelosok,” ucap Slamet Riyadi, bagian PPD SD Sukorejo 1. (mg1/aro/ce1)