26 Kapal Pesiar Bakal Singgah

403

TANJUNG MAS – Ratusan turis asing dari sejumlah negara, Rabu (2/7) pagi, turun dari kapal pesiar MV The World asal Nassau, Kepulauan Bahamas. Mereka disambut tarian tradisional oleh penari asal Sangar Greget Semarang. Tampak beberapa turis berhenti sejenak guna mengabadikan Tari Batik dan Tari Denok yang dibawakan 8 penari serta penabuh gamelan di dermaga kedatangan kapal Pelabuhan Tanjung Emas.
Jonathan, 42, turis asal Australia mengaku terpesona dengan tarian yang dibawakan gadis-gadis cantik. Menurutnya, Semarang adalah kota yang indah dengan beberapa destinasi wisatanya. ”Penduduknya sangat ramah, tarian tradisionalnya pun sangat indah. Kami berencana mengunjungi destinasi wisata yang terkenal di sini,” katanya sambil memotret para penari.
Maureen, 40, turis lainnya juga mengatakan hal yang sama. Dia mengaku tarian yang dibawakan sangat memikat. ”Saya kagum dengan negara ini, banyak kebudayaan setiap daerah. Pertama datang di Semarang, orangnya sangat ramah,” pujinya.
Koordinator Sanggar Greget, Yasinta, mengatakan, jika tarian yang dibawakan adalah rutinitas saat ada kedatangan turis mancanegara. Dikatakan, Tari Batik adalah salah satu tarian simbol ucapan selamat datang. Sedangkan Tari Denok Deblong yang diiringi musik Gambang Semarang menceritakan budaya Semarang yang memiliki berbagai keunikan dibandingkan daerah lain.
”Denok sebutan khas remaja putri Kota Semarang, sedangkan Deblong adalah timangan dari sosok ibu kepada putri atau momongan yang bermakna jadilah putri yang berbakti kepada orang tua, agama dan negara,” jelasnya.
Agung M. Handoko, perwakilan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jateng mengatakan, tahun ini rencananya akan ada 26 kapal pesiar yang singgah di Kota Semarang. ”Tapi, kemungkinan juga bertambah, karena hingga bulan ini saja sudah ada 18 kapal pesiar yang besandar. Biasanya mereka datang ke objek wisata di dalam dan di luar Kota Semarang,” katanya. (den/aro/ce1)