Anang Disambut Heboh Pedagang

266

TEMANGGUNG—Penyanyi yang juga politisi, Anang Hermansyah blusukan ke Pasar Kliwon Temanggung bersama grup band The Virgin. Artis papan atas tersebut bertandang ke lereng Sindoro Sumbing untuk mengkampanyekan calon presiden Prabowo-Hatta di hadapan penduduk Temanggung. Kedatangan entertainer tersebut membuat penghuni pasar menyambut meriah.
Anang bersama rombongan yang naik dua bus tersebut saat turun langsung disambut para pedagang dan pengunjung pasar untuk sekadar bersalaman atau minta fota bersama. Anang dan The Virgin langsung masuk ke dalam pasar untuk menemui para pedagang.
Usai berkeliling menemui pedagang, Anang melakukan orasi di depan pintu masuk pasar. Ia mengatakan, masyarakat harus memilih calon presiden dan wakil presiden yang benar agar Indonesia menjadi negara yang kuat dan besar.
Usai berorasi, Anang bersama The Virgin menyanyikan lagu “Garuda Merah” di hadapan para pedagang dan pengunjung pasar. Terpisah, terkait capres nomor urut pertama, Sehari sebelumnya Anang dan timnya juga berkampanye di halaman Magelang Teather depan alun-alun Kota Magelang.
Terpisah, terkait capres Prabowo, Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Temanggung Murti Anggono mengatakan, berdasarkan temuan dan laporan dari masyarakat serta guru,  sejumlah satuan pendidikan di Temanggung menerima surat dari calon presiden Prabowo Subianto.
“Surat ini datang sekitar sepekan lalu. Kami mendapatkan dari surat ini dari salah satu guru yang ada di SMK swasta Parakan,” katanya.
Disebutkan, sejumlah satuan pendidikan tersebut di antaranya, SMK swasta di Kecamatan Parakan, MI Mergowati Kecamatan Kedu dan salah satu satuan pendidikan di kecamatan Temanggung. “Mayoritas guru yang mengajar di satuan pendidikan itu mendapatkan surat itu, salah satunya disampaikan kepada kami,” terangnya.
Dikatakan, surat yang disampaikan kepada guru-guru di Temanggung tidak sesuai dengan isu yang selama ini santer terdengar yakni di dalam amplop disertai dengan sejumlah uang dengan stempel calon presiden nomor urut satu. “Tidak ada, temuan yang disampaikan kepada kami hanya berisi mohon dukungan dan doa saja tidak ada uang tunainya,” jelasnya.
Sebenarnya terang Murti Anggono, surat tersebut tidak akan pernah menjadi masalah ketika alamat yang dituju bukan pada nama satuan pendidikan. Sayangnya di surat tersebut ditujukan kepada seorang guru yang beralamat di satuan pendidikan di mana guru tersebut mengajar. “Ini yang menjadi pokok permasalahan, dan masalah ini sudah diselesaikan, calon presiden nomor urut satu  sudah melanggar administrasi,”tandasnya.
Sebelumnya, juru kampanye nasional capres cawapres Prabowo-Hatta Jend Purn Djoko Santoso dengan tegas mengatakan, beredarnya isu uang yang diselipkan di surat-surat yang ditujukkan kepada guru-guru itu sama sekali tidak benar. (zah/mg4/lis)