Daging Sapi Bercacing Hati Dijual di Pasar

337

WONOSOBO – Tim gabungan pemantau pasar tradisional Kabupaten Wonosobo, kemarin (2/7) mengunjungi Pasar Kecamatan Kaliwiro. Tim di bawah koordinasi Bagian Perekonomian dan Penanaman Modal Setda tersebut, memeriksa sejumlah daging dan makanan yang dijajakan pedagang. Hasilnya ditemukan hati sapi yang terkena cacing dijajakan pedagang.
Operasi pemeriksaan makanan di pasar terbesar di Kecamatan Kaliwiro itu beranggotakan polres, Dinas Kesehatan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Peternakan dan Perikanan, Satpol PP, serta Bagian Humas Setda. Tim tersebut menemukan hati sapi yang terkena cacing. Selain itu, tim juga menguji beberapa jenis makanan terindikasi menggunakan bahan pewarna berbahaya.
Ani Kurdiati salah satu petugas pemantau dari Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Wonosobo, yang menemukan hati sapi terpapar cacing, langsung mengamankan potongan hati sapi, dan memusnahkannya dengan cara dipendam.
“Pedagang yang bersangkutan kami imbau agar lebih hati-hati dalam memilih daging maupun hati sapi yang hendak diperjualbelikan,”katanya.
Selain pedagang, Ani juga mengajak kepada para konsumen, yang di awal bulan Ramadan ini hendak membeli produk-produk ternak untuk hati-hati dan jeli dalam memeriksa barang sebelum dibeli.
“Tanda-tanda fisik hati sapi yang terkena cacing sangat jelas. Hati sapi yang di dalamnya mengandung cacing memiliki tekstur keras, dan bila ditekan muncul bintik-bintiknya,”katanya.
Pada sapi yang masih hidup, kata Ani, indikasi tersebut terlihat pada kondisi rambut sapi yang kasar dan berat badan sulit bertambah. Untuk itu, pedagang yang biasa membeli sapi hidup, juga diimbau untuk melaporkan kepada Dinas Peternakan, agar diobati..
“Paling tidak, pengobatan untuk sapi yang terkena cacing hati bisa memakan waktu 4 bulan, sebelum kemudian dapat dipotong untuk dikonsumsi,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, tim laboratorium keliling dari Dinkes yang mengamankan beberapa jenis makanan terindikasi pewarna berbahaya juga menemukan kandungan rhodamin pada kerupuk berwarna kuning, sengkulun, dan kue kering bolu emprit dari beberapa pedagang.
Kepala Bidang Bimbingan dan Pengendalian Farmasi Makanan dan Minuman (Farmamin), Sumarwati menjelaskan, diambil sampel dari beberapa jenis makanan tersebut karena pihaknya melihat secara kasat mata, pewarnanya sangat mencolok.
“Dari hasil uji laboratorium menggunakan reagen, ternyata kandungan rhodamin memang positif,” imbuhnya.
Atas penemuan tersebut, tim langsung melakukan pembinaan bagi pedagang, serta akan segera melakukan tindakan antisipatif dengan sosialisasi kepada konsumen.
Temuan cacing hati sapi dan pewarna berbahaya pada beberapa jenis makanan tersebut ditanggapi  positif Kepala Bagian Perekonomian dan Penanaman Modal Harti. “Tim juga akan melakukan pemantauan di beberapa pasar tradisional lainnya,”katanya. (ali/lis)