Dishubkominfo Siapkan Rambu Baru

305

UNGARAN – Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Semarang harus mengejar waktu penyelesaian perbaikan traffic light (TL) dan pemasangan rambu-rambu yang hilang karena tergusur proyek peningkatan dan pelabaran jalan Banyumanik-Bawen. Apalagi dalam waktu dekat sudah masuk musim mudik Lebaran yang dipastikan arus lalulintas akan meningkat. Sehingga perlu segera pembenahan rambu maupun TL. Sebab, banyak rambu-rambu yang hilang dan rusak dikarenakan terkena proyek jalan tersebut.
Kepala Dishubkominfo Kabupaten Semarang, Prayitno Sudaryatno, mengatakan, pembenahan TL yang terkena proyek jalan saat ini masih berlangsung, yakni di persimpangan Asalamah. Targetnya secepatnya bisa menyala.
Prayit mengatakan, di persimpangan tersebut sangat rawan kecelakaan. Pasalnya, arus lalulintas sangat padat. Selain itu jalan dari Semarang-Ungaran atau sebaliknya sedikit menurun sehingga kendaraan melaju cukup kencang.
“Jika tidak segera di pasang TL, akan sangat berbahaya. Sebab, arus lalulintas di jalur utama tersebut sangat padat. Sehingga pemasangan TL kami percepat. Saat ini, sedang proses perbaikan TL, mudah-mudahan segera selesai, sehingga besok paling tidak sudah menyala,” tutur Prayit, Rabu (2/7) kemarin.
Lebih lanjut dikatakan Prayitno, selain pemasangan di TL di Asalamah, Dishubkominfo juga melakukan pengecekan dan pemeliharaan rambu maupun TL di sejumlah tempat. Pemeliharaan TL dan rambu tersebut juga termasuk untuk persiapan arus mudik lebaran. Selain itu Dishubkominfo juga melakukan survei jalur alternatif arus mudik.
Kasi Rekayasa Lalulintas Dishubkominfo Kabupaten Semarang, Julianto Teguh, menambahkan kendala pemasangan TL di Asalamah adalah masalah teknis. Sebab, TL tersebut pengadaan tahun 2008 yang sistemnya berbeda, dan perusahaan pembuatnya sudah tutup. Sehingga Dishubkominfo kesulitan masalah teknis perbaikannya. Sehingga saat ini masih dilakukan perubahan sistem TL agar sama dengan TL lainnya.
“Sebenarnya kita akan segera memasang, tetapi waktu itu khawatir dibongkar lagi karena proyek peningkatan jalan Banyumanik-Bawen belum selesai. Selain itu ada kendala masalah teknis, karena sistem TL-nya berbeda,” kata Julianto. (tyo/aro)