Maksimalkan Potensi Pariwisata

281

BATANG – Kunjungan rombongan Komisi C DPRD Kabupaten Batang ke Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) beberapa waktu lalu untuk melakukan study banding tentang pariwisata disambut baik oleh Dinas Budaya dan Pariwisata (Dibudpar) setempat.
Pasalnya, kunjungan ke Kota Mataram tersebut, membawa manfaat dan bisa menjadi acuan, untuk perkembangan pariwisata di Kabupaten Batang, yang akan berdampak pada Pendapatan Asli Daerah (PAD). Secara geografis Kota Mataram, tidak beda jauh dengan Kabupaten Batang, dimana Kota Mataram mengandalkan wisata laut, sama dengan Kabupaten Batang yang mengandalkan wisata lautnya, namun belum maksimal.
Kota Mataram, NTB dipilih menjadi tujuan study banding karena kota tersebut dengan APBD tahun 2012 sebesar Rp 5 miliar yang diberikan ke Dinas Budaya dan Pariwisata (Dinbudpar), Kota Mataram. Setahun kemudian, atau tahun 2013, meningkat lima kali lipat, menjadi Rp 25 miliar PA) yang disumbangkan pada Kota Mataram.
Kepala Dinbudpar Kota Mataram, Ida Made Jayanta yang menerima rombongan Komisi C DPRD Kabupaten Batang mengungkapkan majunya pariwisata di Kota Mataram karena Kota tersebut mampu menjual budaya Mataram secara utuh. Dimana dalam budaya tersebut terdapat budaya Bali dan Mataram. Menurutnya, jika ingin melihat budaya Bali dan NTB khususnya Lombok, datang ke Kota Mataram.
”Dua budaya ini, yakni Bali dan Mataram yang kita jual ke wisatawan, serta masyarakat NTB masih menjaga adat dan budaya tersebut, karena mereka mengerti bahwa pariwisata maju, ekonomi juga maju,” ungkap Ida Made Jayanta.
Dia juga mengatakan, untuk mengubah karakter petani dan buruh menjadi pekerja wisata perlu adanya kerjasama, antara Pemerintah Kota Batang dengan semua lapisan masyarakat. Menurutnya, semua desa di NTB dibentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), dan semua masyarakat menjadi polisi bagi dirinya masing-masing. ”Di Kota Mataram tidak ada preman, karena untuk memajukan pariwisata, kota harus terjamin keamanannya terlebih dahulu,” jelasnya.
Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Batang, Ahmad Fauzi mengakui, banyak yang didapat dalam kunjungan study banding ke Kota Mataram, NTB khususnya Lombok Barat dan Mataram. Kabupaten Batang, mempunyai banyak potensi wisata, namun belum dikembangkan secara maksimal, dan belum melibatkan masyarakat. ”Di Kabupaten Batang, belum terbentuk Pokdarwis di setiap desa, padahal itu bisa diterapkan pada daerah wisata di Kabupaten Batang, misalnya daerah Desa Sigandu, Ujung Negoro, Kecamatan Kandeman Batang,” ujar Fauzi.
Fauzi juga menandaskan, jika infrastruktur dan fasilitas wisata dibenahi, kemudian aturan ditertibkan, dan pengelolaan wisata dilatih secara profesional. Menurutnya Dinbudpar Batang, bisa mendapatkan PAD yang lebih banyak dari wisata, “Kita akan coba terapkan pola meningkatkan kunjungan wisata, apa yang ada di Kota Mataram ke Kabupaten Batang. Saya yakin, kalau Dinbudpar Batang mau serius, PAD bisa ditingkatkan secara siginifikat, dari sektor wisata,” tandas Fauzi. (thd/ric)