Mayat Membusuk dalam Rumah

343

KENDAL – Warga Kebondalem, Kecamatan Kendal digegerkan dengan penemuan mayat. Yakni mayat Masrur Hadi, 65, warga Kebondalem yang ditemukan tewas membusuk di rumahnya di Jalan Pahlawan Gang Pisang RT 18 Rw 04.
Penemuan mayat kali pertama diketahui para tetangganya lantaran curiga mencium bau busuk selama beberapa hari ini dari dalam rumah Masrur. Para warga kemudian melapor ke pihak kepolisian setempat untuk dilakukan evakuasi.
Polisi yang datang langsung melokalisir rumah korban dengan memasang garis pembatas polisi. Dari penglihatan, mayat Masrur ditemukan dalam keadaan tidur terlentang di kamar tidur dengan kondisi tubuh dan kemaluannya mulai membesar. Kondisi rumah tertutup rapat dengan televisi yang masih menyala.
Salah seorang saksi, Murtiyono, 42 tetangga korban menjelaskan jika korban kesehariannya berjualan kebutuhan rumah tangga di rumahnya. Para tetangga sekitar rumah curiga karena sudah tiga hari ini korban tidak menampakkan diri keluar rumah.
Malah tetangga kerap mencium bau tak sedap seperti bau bangkai membusuk. “Awalnya tidak terasa, tapi lama-lama bau bangkai membusuk itu semakin kuat tercium. Setelah cari asal muasalnya, bau busuk tersebut ternyata berasal dari rumah korban,” tandasnya.
Warga kemudian berinisiatif untuk mencari tahu apa yang terjadi di dalam dengan maksud untuk menanyakan bau busuk dari dalam rumah kepada Masrur. Namun setelah diketok berkali-kali tidak ada sahutan, warga akhirnya memutuskan melaporkan kepada pihak kepolisian karena curiga korban sudah meninggal.
Murtiyono mengatakan selaku Ketua RT 18 RW 04 Kebondalem menjelaskan sejak dua bulan terakhir, korban kesehariannya memang tinggal sendiri lantaran ditinggal istrinya yang meninggal duluan. Sedangkan anak-anak korban tinggal dan menetap di luar kota. “Anaknya tinggal di luar pulau Jawa dan juga ada yang di Cilacap. Paling dekat selama ini yang menjenguk adalah sanak familinya yang tinggal di Semarang. Jadi selama ini korban mengurus segala kebutuannya seorang diri,” tuturnya.
Ansori, 49 tetangga korban mengatakan jika meninggalnya korban akibat sakit masuk angin yang tidak diperiksakan ke Rumah Sakit. Sebab, beberapa hari sebelum  korban meninggal mengeluhkan sakit masuk angin dan luka di tangan akibat terserempet bus. “Kemungkinan meninggal Minggu (30/6) malam, tiga hari lalu. Sebab Minggu siang saya masih melihat korban duduk di teras menunggui warungnya. Setelah itu Senin (30//6) saya sudah tidak lagi melihat korban jualan atau duduk-duduk seperti biasanya di teras rumahnya,” jelasnya.
Petugas kepolisian dibantu warga sempat kesulitan mengevakuasi mayat korban karena sudah membusuk dan tubuh korban yang gemuk. Mayat korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Soewondo untuk di otopsi. Sementara petugas kepolisian masih menyelidiki penyebab meninggalnya Masrur dengan mencari keterangan dari saksi-saksi. (bud/ric)