Ormas Dilarang Lakukan Sweeping

286

TEMANGGUNG—Memasuki awal Ramadan 2014, Kepolisian Resor Temanggung memberlakukan larangan keras untuk organisasi kemasyarakatan (ormas) melakukan sweeping dan kegiatan yang terkait dengan ketertiban dan keamanan. Polri akan mengambil sikap tegas bagi ormas yang melanggar ketentuan tersebut agar kenyamanan masyarakat selama ramadhan terjaga.
Imbauan tersebut disampaikan Kapolres Temanggung, AKBP Dwi Indra Maulana, menyusul banyaknya aksi sweeping yang biasanya terjadi di bulan Ramadan di beberapa kota besar di Indonesia. “Kepolisian melarang ormas serta kelompok masyarakat tertentu melakukan razia ataupun sweeping sendiri tanpa menggandeng Polri selama bulan Ramadan,” katanya.
Ia mengatakan, tujuan ormas tersebut pada dasarnya bagus untuk menjaga kekhusyukan umat Islam menjalankan ibadah puasa. Namun, secara yuridis hak untuk sweeping dan penertiban hanya dimiliki oleh aparat keamanan dan ketahanan seperti Polri, TNI dan Satpol PP.
“Kami ingin agar ormas tidak melakukan razia ataupun sweeping sendiri, gandeng kami pihak Polri demi kenyamanan bersama. Jangan sampai masyarakat merasa ketakutan atas tindakan tersebut,” katanya.
Dikatakan pula bahwa untuk ormas yang tetap tidak menghiraukan imbauan tersebut akan ditindak secara tegas, namun sebelumnya akan dilakukan beberapa prosedur. “Bagi yang tetap tak menghiraukan imbauan kami, pertama-tama tetap kita akan lakukan langkah persuasif. Kemudian langkah preventif, jika sudah tidak ketemu jalan keluar, mau bagaimana lagi, pasti kita ambil langkah tegas dengan cara memukul mundur masa tersebut,” katanya.
Selain masa bulan suci, kapolres juga mengarahkan hal yang sama terhadap ormas selama kampanye usai menuju pilpres mendatang. Lebih jauh ia menandaskan bahwa kenyamanan masyarakat jauh di atas segalanya tanpa mengesampingkan tindakan tegas atas pelanggaran-pelanggaran yang terjadi.
Salah satu yang ia contohkan adalah kasus tertangkapnya beberapa pasangan mesum dalam razia hotel beberapa waktu lalu. (zah/lis)