Pemkot Salatiga Diminta Merelokasi Kereta Jenazah

417

SALATIGA- Tim Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah meminta Pemkot Salatiga merelokasi dan menangani peninggalan zaman Belanda berupa tiga kereta jenazah. Harapan tersebut disampaikan Kepala Unit (Kanit) Candi BPCB, Deny Wahyu Hidajat, saat datang ke Salatiga untuk melakukan pemeriksaan dan pengukuran tiga kereta jenazah yang diperkirakan berusia 200 tahun tersebut. Hingga kini, ketiga kereta jenazah peninggalan zaman Belanda itu berada di Jalan Taman Pahlawan, tepatnya di depan Masjid IPHI, Kutowinangun Salatiga.
Deny menuturkan, kedatangan mereka ke lokasi tersebut dalam rangka menindaklanjuti laporan masayarakat mengenai keberadaan kereta jenazah peninggalan Belanda yang tak terawat. Deny menambahkan, keberadaan kereta jenazah tersebut merupakan sebuah temuan baru bagi BPCB.
“Ini merupakan temuan baru, kondisinya juga masih bagus. Biasanya, keberadaan kereta seperti ini hanya ada di lingkungan Kraton. Kami melakukan pemeriksaan dan pengukuran untuk membuat laporan serta rekomendasi kepada Pemkot Salatiga terkait penanganan benda-benda tersebut,” terangnya.
Deny menjelaskan, kemungkinan besar, BPCB akan melakukan penanganan awal bagi kereta jenazah tersebut. Nantinya, kata dia, BPCB akan membuat tahapan penanganan mulai dari pembersihan lokasi serta renovasi bangunan dan kereta jenazah tersebut. Selain itu, Deny memastikan akan segera berkoordinasi dengan Pemkot Salatiga terkait upaya pelestarian ketiga buah kereta jenazah tersebut.
“Kami juga akan merekomendasikan kepada Pemkot Salatiga untuk merelokasi kereta-kereta jenazah ini. Hal ini dilakukan agar masyarakat bisa  ikut menikmati adanya peninggalan bersejarah yang menurut saya luar biasa ini,” ungkapnya. (sas/aro)