Prabowo-Hatta Berjanji Melindungi Pasar Tradisional

295

BANGUNHARJO — Pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Hatta Rajasa berjanji akan melindungi pasar tradisional dari penetrasi pasar supermarket. Selama ini pasar trasisional merupakan penunjang ekonomi masyarakat dan tempat persebaran distribusi uang.
”Selama ini peredaran uang itu 60 persen ada di Jakarta, sedangkan sisanya bisa beredar di desa-desa,” kata sekretaris tim pemenangan Prabowo-Hatta, Fadli Zon, Rabu (2/7) di Pasar Johar Semarang. Selain di Johar, tim sukses ini juga blusukan di Pasar Bulu dan Karangayu. Mereka menggandeng artis Camelia Malik, Evie Tamala, Della Puspita serta komedian Daus yang menyempatkan diri untuk menghibur para pedagang dengan bernyanyi dan berjoget bersama.
Fadli Zon mengatakan, Prabowo berasal dari Banyumas sehingga mereka meminta dukungan dari warga Jateng. ”Kami harus kerja ektrakeras dalam pemenangan ini. Selain itu di Jateng sendiri juga kandang garuda,” katanya.
Terpisah, ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Selamatkan Indonesia (GMSI), Rabu (2/7) menggelar aksi di depan kampus Universitas Diponegoro Jawa Tengah. Aksi ini diikuti puluhan mahasiswa dari berbagai peguruan tinggi di Kota Semarang. Mereka menyatakan dukungannya terhadap pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto–Hatta Rajasa.
”Kekayaan alam kita bisa menjadi berkah atau menjadi musibah, hal tersebut sangat bergantung pada keberpihakan pemimpin bangsa ini,” ungkap koordinator lapangan, Adhitia Pratama dalam orasinya. Lebih lanjut Adhitia mengatakan, Prabowo-Hatta adalah pasangan capres yang memiliki ide sama, berkaitan dengan kedaulatan bangsa dan negara.
Salah satu anggota tim sukses tingkat pusat Prabowo-Hatta, Jatmiko mengatakan, mandat yang dititipkan oleh mahasiswa adalah anugerah dan kehormatan bagi pasangan ini. Pasalnya mahasiswa adalah elemen vital perubahan. ”Mahasiswa masih dan akan terus dapat diharapkan sebagai sumbu perbaikan bangsa. Maka mandat dari mahasiswa ini benar-benar berkah bagi kami,” akunya.
Peserta mengakhiri aksinya dengan membacakan pernyataan sikap yang di antaranya meminta reformasi pengelolaan sumber daya alam dengan menguasai dan meningkatkan nilai tambah dari pengolahan sumber alam. Selain itu membangun industri-industri nasional, baik dari sektor pertahanan, transportasi, pengolahan pangan, mendirikan kilang-kilang minyak, membangun pembangkit listrik sehingga tercipta lapangan kerja baru serta kemandirian. Menjadikan negara ini mandiri atas kekayaan dan pemanfaatannya demi meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia. (hid/ton/ce1)