Puasa, Kuota Gas Ditambah

290

MUNGKID– Di bulan suci Ramadan ini, Pemerintah Kabupaten Magelang menambah kuota gas elpiji 3 kilogram. Penambahan mencapai 76.680. “Sudah kita tambah dari yang semula 640 ribu tabung. Namun ini hanya untuk bulan Juli saja. Selanjutnya setelah Lebaran nanti, kuota akan kembali seperti sebelumnya. Yakni 640 ribu tabung,” kata Kepala Dinas Perdagangan dan Pasar, H Asfuri Muhsis didampingi Kepala Bidang Perlindungan Konsumen dan Pengawasan, Anang Kusbandriyanto, kemarin (2/7).
Untuk saat ini, lanjut Asfuri, penyerapan elpiji 3 kg di pasaran tidak ada kendala berarti. “Sejauh ini, tidak ada permasalahan. Stok aman, distribusi juga lancar dan harga juga tidak ada kenaikan. Untuk harga, masih seperti sebelum-sebelumnya. Yakni kisaran Rp 15 ribu hingga Rp 17 ribu sampai ke konsumen,” katanya.
Dari pantauannya, mulai awal puasa kemarin, harga sejumlah komoditas mengalami kenaikan cukup signifikan. Di antaranya daging ayam, telur, bawang putih dan merah.           
Untuk daging ayam, naik dari sekitar Rp 25 ribu menjadi Rp 30 ribu per kg. Telur dari Rp 15 ribu menjadi Rp 18.500 per kg. Untuk bawang putih naik menjadi Rp 16 ribu dari Rp 14 ribu per kg. Hal yang sama juga terjadi pada bawang merah, dari sekitar Rp 18 ribu menjadi Rp 22 ribu per kg.
“Untuk beras, gula pasir, minyak goreng dan tepung, yang biasanya naik saat puasa hingga menjelang Lebaran, saat ini terbilang tidak naik. Kalaupun naik, hanya berkisar Rp 500 per kg. Menurut sejumlah pedagang yang kami temui, harga tidak naik karena stok digudang masih cukup banyak,” imbuh Anang.       
Disebutkan Anang, stok untuk gula pasir, minyak goreng dan tepung, dari data yang ia peroleh masih aman hingga tiga bulan ke depan. Bahkan untuk beras, tergolong aman hingga enam bulan mendatang. “Sebenarnya untuk daging ayam dan telur, persediaan di tingkat peternak juga masih cukup banyak. Namun entah kenapa, harga tetap naik. Besar kemungkinan, karena harga pakan dan pemeliharaan saat ini naik,” ungkapnya.       
Terkait kenaikan sejumlah komoditas tersebut, pihaknya mengaku masih dalam kewajaran. Karena itu, pihaknya belum berencana melakukan operasi pasar atau kegiatan lain. (vie/lis)