Saling Menjaga Persaudaraan

302

WONOSOBO –  Bupati Wonosobo Kholiq Arif mengajak masyarakat memaknai Ramadan sebagai momentum untuk saling menjaga persaudaraan. Apalagi dalam beberapa hari ke depan akan ada pemilihan presiden, bupati berharap agar perbedaan dalam politik tidak merusak hubungan sosial.
“Saya berharap di tengah masyarakat menjalankan ibadah puasa Ramadan, tetap menjaga kepala dan hati tetap dingin, dengan mengedepankan logika dalam menyikapi berbagai perbedaan pendapat, dan menjadikan perbedaan sebagai rahmatan lil alamin,”kata Kholiq Arif, usai salat tarawih keliling di Masjid Jami Wonosobo.
Kholiq menjelaskan, hal tersebut juga akan berdampak pada kondusivitas wilayah. Untuk itu ia menyampaikan apresiasi kepada aparat kemanan, baik TNI dan Polri, yang telah ikut menjaga kondisi keamanan dan ketertiban di Wonosobo tetap kondusif, termasuk kepada seluruh masyarakat Wonosobo.
“Peran semua pihak sangat penting dalam menjaga keamanan dan kenyamanan,”katanya.
Selain itu, Kholiq juga meminta dukungan masyarakat untuk ikut menyukseskan program-program yang ia rencanakan tahun ini. Yakni mengembalikan tata kota Wonosobo yang lebih baik melalui proses restorasi kepurbakalaan serta menerapkan program-program ke-PU-an yang lebih ramah lansia, anak-anak dan difabel.
“Karena hal ini akan berkorelasi langsung dengan upaya pemenuhan hak asasi mereka sebagai makhluk Tuhan,”katanya.
Kholiq menambahkan, agar masyarakat menjadikan puasa di bulan Ramadan sebagai momentum perbaikan diri dan peningkatan kondusivitas wilayah. Menurutnya, memaknai puasa di bulan suci ini, bukan semata-mata menahan lapar dan haus semata, melainkan bisa mengambil hikmah mendalam di baliknya. Yakni sebagai momentum strategis bagi masyarakat untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih positif.
“Memperbaiki diri menjadi pribadi yang lebih berkualitas, serta lebih menikmati dan mensyukuri anugerah yang telah diberikan Tuhan,” imbuhnya.
Hal ini, lanjut Kholiq, bisa dilakukan dengan meningkatkan dan memperbanyak amal dan ibadah, menjadi pribadi yang lebih peka dan peduli terhadap sesama, mempererat tali silaturahmi, serta mampu mengendalikan diri untuk tidak berbuat segala sesuatu yang dapat merusak pahala puasa.
“Bulan Ramadan yang penuh berkah ini, seluruh komponen masyarakat untuk bergandengan tangan menyatukan tekad dan langkah, serta senantiasa menebarkan kasih sayang di antara sesama,”pungkasnya. (ali/lis)