Satgas Diminta Tangkap Pelaku Politik Uang

250

PEDURUNGAN – Ketua DPD PDI Perjuangan Jateng Heru Sudjatmoko memerintahkan jajaran satgas jika perlu menangkap pelaku politik uang untuk diserahkan ke Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) maupun ke kepolisian. Heru mengungkapkan, selain indikasi politik uang, dalam pilpres kali ini juga marak intimidasi dan provokasi.
”Saya sudah tekankan kalau perlu tangkap, tapi jangan berbuat melanggar hukum. Tangkap serahkan pada Panwas atau kepolisian dengan barang bukti,” ujar Heru di sela Rakorda PDI Perjuangan Jateng di Panti Marhaenis, Rabu (2/6). PDI Perjuangan telah membentuk satgas anti-kecurangan pilpres di setiap basis tingkatan DPC, PAC, maupun ranting.
Heru mengakui temuan konkret soal politik uang belum ada. Namun indikasinya sudah terjadi di beberapa daerah. Di antaranya penukaran uang pecahan Rp 5.000 dan Rp 10.000. Bahkan calon penerimanya sudah didaftar. ”Di Pati sudah ada orang yang diutus pihak tertentu untuk menyebar uang, juga di Kedu,” katanya.
Dia memperkirakan sebagai basis PDI Perjuangan, pasangan capres lain harus menggunakan politik uang secara masif untuk mengalahkan Jokowi–JK. Namun hal itu tidak mudah dilakukan karena jumlah pemilih yang cukup banyak. ”Namun kami tidak mengabaikan itu karena bisa mengganggu. Satgas kami salah satu tugasnya menangkal itu,” paparnya.
Selain politik uang, dia juga mengungkapkan provokasi, dan intimidasi cukup marak. Di antaranya yang dialami Ketua DPC PDI Perjuangan Brebes Indra Kusuma. Rumah pengusaha tersebut didatangi 2 orang pukul 03.00 dan pelaku mengikat penjaga rumah, menjebol pintu dan mengeluarkan sejumlah ancaman. Heru yang juga Wagub Jateng itu mengungkapkan untuk menangkal intimidasi, pihaknya tidak boleh takut dan membangun kebersamaan kader dengan rakyat.
Heru juga menginstruksikan mesin partai bergerak sampai struktur paling bawah secara door to door dan man to man. Selain itu diinstruksikan pembentukan posko di setiap wilayah baik yang secara fisik maupun nonfisik.
Sementara itu, Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jateng, Agustina Wilujeng mengatakan Rakorda yang digelar itu untuk mengakhiri road show kampanye pemenangan Jokowi-JK di 35 kabupaten/kota di provinsi ini. Pada Rakorda itu, hadir Sekjen DPP Tjahjo Kumolo dan dihadiri pimpinan DPC di Jateng seperti Hendrar Prihadi, Ketua DPC PDIP Kota Semarang yang juga menjabat Wali Kota Semarang hingga Mustofa Ketua DPC PDIP Kudus yang juga Bupati Kudus. ”Besok (Kamis, 3/7) rencananya Bu Mega akan tiba di Semarang, juga untuk road show,” tandasnya. (ric/bis/ton/ce1)