Daging Glonggongan Marak Dijual

333

KENDAL—Belasan kilogram daging sapi glonggongan ditemukan dijual di Pasar Weleri. Daging terlihat lebih basah daripada daging sapi biasanya. Beratnya juga lebih berat dari daging sapi normal pada umumnya. Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, saat hendak membeli daging sapi di pasaran.
Terungkapnya kasus tersebut, setelah petugas melakukan pemeriksaan daging yang dijual sejumlah pedagang dengan alat pengukur kadar air dalam daging. Yakni, saat Dinas Pertanian Peternakan Perkebunan dan Kehutanan (DP3K) Kendal, melakukan inspeksi mendadak (sidak) pada Kamis (3/7) pagi dini hari.
Belasan kilogram daging sapi glonggongan ini kemudian didata. Sedangkan sang pedagang mendapatkan peringatan untuk tidak lagi menjual daging basah atau glonggongan.
“Pengukuran dengan alat, menunjukkan kadar air mencapai 80 persen lebih. Padahal batas normal kadar air dalam daging antara 65-70 persen saja,” ujar Kepala Bidang Peternakan Kendal, Eko Djatmiko.
Namun, selain daging glonggongan, petugas juga menemukan sejumlah pedagang yang tidak mengindahkan kesehatan dan kebersihan. Banyak tempat yang digunakan untuk berjualan, kondisinya sangat kumuh sehingga rawan kuman dan bakteri jahat.
“Kami sudah menghimbau kepada pedagang agar menjaga kebersihan. Sebab, banyak karpet yang kotor dan tidak diganti. Kebersihan tempat adalah hal utama, agar pembeli merasa terjamin dengan barang yang dibelinya,” tandasnya.
Eko Djatmiko menyatakan bahwa para pedagang yang menjual daging basah sudah berkali-kali mendapatkan teguran. “Namun para pedagang itu masih membandel dan tetap menjual daging glonggongan karena untungnya lebih banyak.
“Dari hasil operasi ini, petugas menemukan sekitar 12 kilogram daging glonggongan dan para pedagang mendapat surat peringatan,” tandasnya.
Selain melakukan pemeriksaan daging sapi, petugas juga memeriksa daging ayam untuk mengantisipasi ayam tiren. Petugas juga memasang spanduk peringatan dan pemberitahuan agar warga berhati-hati serta mengenali daging glonggongan dan daging yang segar.
Sedangkan ciri yang paling mudah untuk mengetahui daging sapi yang sehat adalah warna daging yang merah dan digantung. Sementara daging yang basah atau glonggongan, biasanya tidak digantung dan diletakkan di meja. Warnanya juga lebih pucat dan jika dipegang banyak mengandung air.
Sementara salah satu pedagang, Edi Purwanto mengaku harga daging sapi glonggongan yang dikirim, harganya lebih murah ketimbang daging sapi normal. Jika daging sapi di Pasar Weleri dijual dengan harga antara Rp 80 ribu hingga Rp 95 ribu perkilogram, daging basah ini dijual dengan harga Rp 75 ribu perkilogramnya.
“Warga justru banyak yang mencari daging yang harganya murah. Biasanya pembelinya para pedagang bakso ataupun pemilik warung makan,” katanya. Selain itu, katanya, daging tersebut didatangkan dari wilayah Boyolali yang dilengkapi dengan surat dari rumah pemotongan hewan. (bud/ida)