DPRD Dukung Penutupan Karaoke

302

Salahgunakan Izin Termasuk Pidana

DEMAK-Bupati Dachirin Said diminta bertindak tegas segera menutup karaoke di wilayah Kota Wali yang diduga menjadi sarang maksiat tersebut. Selain itu, tempat karaoke tersebut sudah jelas menyalahgunakan izin studio musik. Dengan begitu, pelanggaran itu sudah masuk ranah hukum pidana.
Desakan tersebut disampaikan Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Amir Darmanto, menanggapi tumbuh suburnya usaha karaoke di wilayah Kota Wali.
“Penyalahgunaan izin itu pidana. Kami sangat menyayangkan bupati yang tidak tegas dan tidak bisa berbuat apa-apa. Wong sudah jelas tidak ada Perda (Peraturan Daerah)-nya kok dibiarkan,” katanya mengkritik sikap bupati, kemarin.
Menurutnya, sebelum telanjur tumbuh banyak, mestinya izin studio musik cabut. Amir mengingatkan, adanya karaoke berdampak pada mentalitas para pemuda di Kota Wali. Bahkan, mereka yang suka ke karaoke liar seperti itu justru banyak yang dari kalangan pelajar. “Di karaoke itu, tidak mungkin hanya menyanyi saja. Pasti ada dampak lainnya, termasuk minuman keras,” ujar dia. 
Apalagi, kata dia, di karaoke juga banyak pemandu karaoke (PK) yang berpakaian minim sehingga sangat berpotensi mengganggu moralitas pengunjung. “Istilahnya buka sitik jos. Kita juga menyayangkan adanya suara-suara sumbang yang hendak melegalkan karaoke tersebut,” katanya.  
Karaoke tersebar di beberapa kecamatan Demak Kota maupun Mranggen. Bahkan, warung liar di sepanjang Jalan Raya Lingkar Selatan Kota Demak juga rawan disalahgunakan sebagai warung karaoke liar.
Seperti diketahui, keberadaan karaoke yang menyalahgunakan izin studio musik telah mendapatkan sorotan banyak elemen masyarakat. Sebelumnya, Forum Komunikasi Rakyat dan Mahasiswa Demak (FKRMD) mendemo Bupati di pendopo menuntut ketegasan dalam menyikapi karaoke tersebut. (hib/ida)