Jhon Dituntut 18 Bulan

296

MANYARAN – Mantan Wali Kota Salatiga Jhon Manuel Manoppo dituntut pidana penjara selama 18 bulan atas dugaan korupsi Perusahaan Daerah Aneka Usaha (PDAU) Salatiga 2006-2010. Selain pidana badan, yang bersangkutan juga dituntut membayar denda sebesar Rp 50 juta subsider tiga bulan kurungan.
Hal tersebut terungkap saat Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejaksaan Negeri (Kejari) Salatiga Sujiyati membacakan tuntutannya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang, Kamis (3/7). Jhon dianggap bersalah telah menyalahgunakan wewenang serta kedudukannya untuk melakukan tindak pidana korupsi. ”Menuntut, memohon majelis hakim yang memeriksa perkara menjatuhkan pidana selama satu tahun dan enam serta membayar denda sebesar Rp 50 juta subsider tiga bulan kurungan,” ungkap JPU di hadapan majelis hakim yang dipimpin Suyadi.
JPU menilai terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berlanjut serta melanggar ketentuan Pasal 3 jo Pasal 18 UU Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dan diganti menjadi UU Nomor 20 tahun 2001 jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 jo Pasal 64 ayat 1 KUHP sebagaimana dakwaan subsider. ”Terdakwa juga dibebankan membayar uang pengganti (UP) sebesar Rp 55 juta atas kerugian negara yang telah dinikmati,” ujar Sujiyati.  
Dibeberkan, berdasarkan hasil audit dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jateng, kerugian negara mencapai Rp 222,5 juta. Dari jumlah tersebut, mantan Wali Kota Salatiga periode 2007-2011 itu telah menikmati sekitar Rp 55 juta. ”Uang tersebut telah dikembalikan terdakwa pada saat penuntutan,” imbuhnya.  
Dalam pertimbangannya, JPU mendasarkan pada hal-hal yang memberatkan dan meringankan. Hal yang memberatkan adalah perbuatan terdakwa merugikan keuangan negara serta berdampak negatif bagi keuangan perusahaan daerah. ”Sedangkan hal yang meringankan adalah terdakwa berlaku sopan, berterus terang, dan menyesali perbuatannya. Terdakwa juga mempunyai tanggungan keluarga,” ujarnya. (fai/ric/ce1)