Komunikasi Memburuk

268

MAGELANG– Komunikasi antara pemain, pelatih dan manajemen PPSM Sakti sepertinya makin kurang harmonis. Hal ini diperkirakan bakal memperburuk kondisi tim jika akhirnya melanjutkan kompetisi.
“Ya kami merasakan komunikasi semakin lama semakin buruk,” kata pelatih PPSM Sakti, M Hasan, kemarin.       
Manajemen, kata dia belum juga menghubungi dan memberikan kejelasan soal gaji dan bonus yang harus diterima pemain dan pelatih. “Sepertinya sudah tidak ada kepedulian,” kata dia, kemarin.       
Buruknya komunikasi ini, kata dia, sudah berlangsung cukup lama. Terutama antara pihaknya dan manajemen. “Kalau dengan pemain saya selalu komunikasi terus, entah kalau manajemen ke pemain,” ungkap Hasan.       
Seharusnya, menurutnya, komunikasi yang baik tetap harus dilakukan. Meskipun belum ada kepastian soal gaji dan bonus yang akan diberikan. “Ya kita ingin diberitahu bagaimana perkembangannya,” kata dia.       
Bahkan, lanjut Hasan, manajemen terkesan lari dari masalah. “Hal itu justru membuat suasana makin tidak sehat,” ungkapnya.       
Sehingga, dia memprediksi hal ini akan memperburuk hubungan di internal tim. “Jika harus melanjutkan kompetisi nanti akan mempengaruhi stabilitas tim,” ungkap Hasan.       
Sejumlah pemain, juga mengaku manajemen tak pernah mengajak berkomunikasi. “Tak ada,” kata Heri Setiyawan, bek tengah PPSM. Hal serupa diungkapkan oleh Jordi Kartiko. Menurutnya, manajemen seperti membangun jarak dengan pemain. “Harusnya diajak berbicara terang-terangan,” katanya.       
Manajer PPSM Sakti, Widarto membenarkan hal itu. Menurutnya, buruknya komunikasi dipicu belum jelasnya soal pemberian uang gaji dan bonus kepada pemain.    Namun demikian, dia tetap berkomunikasi inten dengan pelatih PPSM. “Jika ada kabar pasti langsung saya kontak,” kata dia. (vie/lis)