Minat Penelitian Menurun

286

MAGELANG –Delapan proposal riset unggulan daerah (RUD) tahun 2014 yang masuk Kantor Penelitian, Pengembangan, dan Statistik (Litbang &Statistik) Kota Magelang, 3 di antaranya dinyatakan menang.
Dikatakan Kasi Fispra Litbang dan Statistik Kota Magelang Didin Saepudin, pemenang akan mendapatkan biaya riset Rp 45 juta. Saat ini sedang tahap penelitian dan berakhir sampai September mendatang. Tema tahun ini adalah peningkatan kualitas layanan dasar masyarakat dalam menetapkan keunggulan kompetitif daerah.
“Dibanding dengan tahun lalu, tahun ini ada penyempitan tema dengan kerangka konsep presepsi masyarakat tentang Kota Sejuta Bunga, evaluasi pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang mengambil studi kasus di Kampung Legok Makmur. Dan yang terakhir adalah peran videotron dalam percepatan pembangunan Kota Magelang Bunga,” paparnya, kemarin (2/7).
Menurutnya, proposal yang dipilih sesuai dengan tema dan memiliki kemanfaatan bagi pembangunan Kota Magelang. Dia menuturkan, ketiganya proposal itu judulnya adalah “Kajian Daya Guna Mesin Pencacah Sampah Organik” dari 5 peneliti dari Univeritas Tidar (Untidar).
Lalu proposal “Studi Persepsi Siswa SMA dan Guru dalam Integrasi Kurikulum Terkait Kota Sejuta Bunga” karya 5 peneliti dari SMA 4 Magelang. Proposal ketiga dari 5 peneliti dari Jogja Herritage Society (JHC) dengan judul “Studi Kasus: Peran Videotron dalam Percepatan Pembangunan Kota Magelang”.
”Masing-masing peneliti mendapat honorarium Rp 1 juta dan biaya penelitian masing-masing proposal Rp 10 juta,” imbuhnya.
Didin mengatakan, sejak 2010 antusias kompetisi di bidang penelitian ini pasang surut. Terlihat dari jumlah proposal yang masuk hanya 8 dibanding tahun lalu ada 24 proposal.
“Kami bangga karena banyak yang peduli dengan pengembangan Kota Magelang ke depan. Tentu saja hasil penelitian itu sangat bermanfaat dan bisa dirasakan bersama,” tandasnya. (mg4/lis)