Pedagang Buah Keluhkan Sampah

292

PURWODINATAN — Puluhan pedagang buah di Pasar Yaik Semarang, beberapa hari ini resah. Mereka mengeluhkan tumpukan sampah yang menggunung dan belum juga dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA). Bau busuk yang menyebar dari sampah tersebut sangat mengganggu pembeli atau pedagang.
Salah seorang pedagang, Mukramin, 29, mengatakan, sampah tersebut menumpuk di sisi selatan pasar dekat kompleks kios buku. ”Sampah itu telah menumpuk selama 3 hari. Tetapi oleh petugas, sampah itu belum diambil,” katanya.
Akibatnya banyak pembeli yang enggan datang ke pasar buah atau kios buku karena baunya yang kurang sedap. ”Banyak pembeli yang datang terus melihat tumpukan sampah itu langsung pergi lagi dan tidak jadi membeli,” ungkapnya. Ia berharap petugas segera membersihkan tumpukan sampah tersebut.
Pedagang lainnya, Abidin, 43, mengatakan keberadaan sampah itu sangat mengganggu. Apalagi ketika hujan, air akan meresap ke sampah dan mengalir ke mana-mana. ”Kalau hujan baunya akan menyebar sehingga sangat mengganggu,” akunya.
Salah seorang pembeli Nur Hadi mengaku, untuk membeli buah-buahan di tempat ini memang butuh perjuangan. Ia harus menahan napas agar bau busuk tak tercium. ”Harusnya petugas tanggap dalam membersihkan sampah. Karena ini bulan Ramadan, jadi sangat mengganggu,” jelasnya. (hid/ton/ce1)