Penduduk Miskin di Jateng Meningkat

257

SEMARANG – Jumlah penduduk miskin di Jawa Tengah terus bertambah. Dukungan bagi berbagai sektor untuk terus berkembang diperlukan guna mengentaskan permasalahan ini.
Kabid Statistik Sosial Badan Pusat Statistik (BPS) Jateng Erisman kemarin mengatakan, berdasar data terbaru profil kemiskinan per Maret 2014, jumlah penduduk miskin di Jawa Tengah mencapai 4,836 juta atau 14,46 persen dari total penduduk Jateng. “Jumlah ini meningkat sekitar 25,11 ribu orang jika dibandingkan dengan penduduk miskin para September 2013 lalu yang sebesar 4,811 juta orang,” ujarnya.
Menurutnya, hal ini terkait dengan sejumlah sektor yang mengalami penurunan. Salah satunya adalah sektor pertanian, mengingat sebagian masyrakat Jawa Tengah mengandalkan kehidupannya pada sektor ini. “Produksi di sektor pertanian pada beberapa waktu lalu sempat turun. Ini bisa menjadi salah satu faktor,” papar Erisman.
Kendati demikian, berbagai upaya juga terus dilakukan guna menggentaskan permasalahan tersebut. Tak hanya di sektor pertanian. Berbagai sektor juga terus diberdayakan guna menaikan pendapatan masyarakat. Salah satunya di sektor perindustrian. Yaitu dengan memberikan berbagai pelatihan bagi masyarakat, maupun para pengusaha UMKM.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jateng Edison Ambarura mengatakan pihaknya terus berupaya memberdayakan masyarakat. Salah satunya memberikan pelatihan untuk industri garmen. Menurutnya bidang ini cukup potensial, mengingat dibutuhkannya banyak SDM pada bidang ini. “Pelatihan sebagian besar diikuti oleh para lulusan SMA maupun SMK yang berminat. Materi yang diajarkan meliputi pembuatan pola, menjahit hingga bahan baku menjadi pakaian siap pakai. Lama pelatihan 20 hari. Mulai dari nol sampai bisa membuat baju,”ujarnya.
Usai mendapatkan pelatihan, para calon tenaga kerja ini biasanya disalurkan ke perusahaan-perusahaan yang membutuhkan. Sebagian juga ada yang memanfaatkan keahliannya untuk membuka usaha sendiri. “Biasanya juga sudah ada perusahaan yang memesan, jadi tinggal kami salurkan,” ujarnya. (dna/smu)