‎Paripurna, Sejumlah Pejabat Tidur

278

MUNGKID– Sejumlah pejabat Pemkab Magelang kedapatan tertidur pulas saat rapat paripurna di DPRD setempat, kemarin. Padahal, rapat kemarin penting karena mengagendakan persetujuan 5 raperda.         
Entah kecapean atau karena sedang berpuasa, beberapa pejabat yang duduk di kursi belakang langsung tertidur tak lama setelah rapat dibuka oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Magelang Sad Priyo Putro. Rapat dimulai sekitar pukul 10.30 siang.       
Saking enaknya tidur, beberapa kali perwakilan pansus DPRD membacakan hasil rapat tak cukup mengganggu. Sesekali mereka bangun melihat situasi kemudian tidur lagi.       
Bahkan, hingga Bupati Magelang, Zaenal Arifin berpidato mereka juga masih terlelap tidur. Mereka baru terbangun saat pembawa acara meminta berdiri untuk menyaksikan penandatanganan raperda oleh Bupati Magelang.       
Anggota DPRD Kabupaten Magelang Hibatun Wafiroh sangat menyayangkan hal itu. Di rapat penting seharusnya para pejabat tidak seenaknya sendiri. “Ini forum terhormat, meski ngantuk adalah manusiawi, saya rasa bisa ditahan,” kata dia.
Syukur Ahadi, anggota DPRD lainnya juga menyayangkan hal itu. Menurutnya, dalam rapat kemarin, DPRD memberikan sejumlah catatan strategis kepada eksekutif. “Kalau ditinggal tidur ya saya rasa tidak etis,” ungkap dia.
Anggota Badan Musyawarah DPRD Kabupaten Magelang Lilik Trihandoko mengatakan ada lima raperda yang disetujui kemarin. Masing-masing, Raperda tentang retribusi pergantian biaya cetak KTP dan akta di Catatan Sipil.
Kemudian, raperda tentang penyelenggaraan administrasi kependudukan, raperda penyelenggaraan penanganan bencana, raperda bantuan keuangan partai politik, dan raperda tentang retribusi jasa umum. “Juga mengagendakan penyerahan draf KUA PPAS tahun 2015,” kata dia.       
Dia mengatakan lima raperda tersebut sangat penting sehingga perlu mendapatkan perhatian khusus dari eksekutif. “Karena menyangkut hajat masyarakat,” katanya.
Bupati Magelang Zaenal Arifin sebelumnya mengatakan puasa tidak menjadi alasan PNS untuk tidak memberikan pelayanan prima bagi masyarakat. Meskipun jam kerja dikurangi dari pukul 07.30- 13.30.   “Puasa harus tetap memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat. Jangan justru loyo,” ungkapnya. (vie/lis)