Ganggu Warga, Pembuat Mercon Ditangkap Polisi

288

BATANG-Lantaran melakukan ujicoba petasan setiap hari hingga mengganggu warga sekitar, Tohari, 39, warga Desa Cempereng RT 04 RW 01, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang, Jum’at (4/7) pagi kemarin, ditangkap Satreskrim Polres Batang di rumahnya.
Beserta barang bukti berupa 10 ribu petasan siap pakai berdiameter 5 sentimeter, 6 mesin petasan, 10 ribu selongsong petasan, 2 kilogram obat mercon, dan 346 helai sumbu mercon dengan panjang 50 sentimeter setiap helainya.
Casmari, 45, warga Desa Cempereng, Kecamatan Kandeman, mengungkapkan bahwa warga sekitar sudah berulang kali mengingatkan Tohari untuk tidak membunyikan mercon buatannya di sebelah rumah, karena mengganggu. Namun, teguran warga tidak pernah digubris, akhirnya warga melaporkan Tohari ke Polsek Tulis, Polres Pekalongan.
“Di rumahnya banyak bahan mercon maupun mercon yang sudah jadi. Bahkan, kami juga takut kalau sampai mercon-mercon itu meledak dan membakar rumah warga. Selain itu, kami juga terganggu dengan bunyi petasan tersebut,” ungkap Casmari.
Menurutnya, pembuatan mercon di rumah Tohari sudah dimulai sebulan sebelum datangnya bulan puasa. Dan memang, setiap tahun Tohari selalu memproduksi mercon. Namun, untuk tahun ini jumlah mercon yang diproduksi sangat banyak.
”Tahun lalu hanya membuat mercon cabe rawit yang kecil. Tapi sekarang, Tohari sudah membuat mercon ukuran besar dan jumlahnya ribuan,” kata Casmari.
Tohari saat diperiksa oleh Sat Reskirim Polres Batang mengungkapkan bahwa hasil produksinya tersebut, sebagian besar adalah pesanan dari luar kota dan akan digunakan bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri. Menurutnya, untuk mercon berdiameter 5 sentimeter siap pakai, akan dikirim ke Kabupaten Pemalang dan Kabupaten Batang. ”Sebagian ada yang sudah bayar di muka dan sebagian ada barang dikirim, baru bayar,” ungkap Tohari.
Kasubag Humas Polres Batang, AKP Makhsus menjelaskan bahwa jumlah petasan yang disita dari rumah Tohari cukup banyak. Bahkan, masih ada 2 kilogram bahan baku mercon.
“Saat ini tersangka masih menjalani pemeriksaan dan akan dikenai pasal 3, junto pasal 13 ayat 1, undang-undang bunga api tahun 1932, lembaran negara 193 nomor 143 dan diubah tahun 1933 nomor 9 dengan ancaman hukuman selamanya 1 tahun dan denda Rp 150 ribu,” jelas AKP Makhsus. (thd/ida)