Kasus Kades Terancam Kedaluwarsa

340

MUNGKID– Hari ini (5/7) kasus dugaan pelanggaran pidana pemilu oleh Kepala Desa Tampingan Kecamatan Tegalrejo, Heri Setiyawan terancam kedaluwarsa andai Kejaksaan Negeri (kejari) tak memprosesnya. Sebelumnya kasus serupa juga dianggap gugur karena waktu habis.       
“Kami sudah konsultasi ke Polres dan Kejaksaan tapi belum ada solusi,” kata Divisi pelanggaran dan Penanganan Sengketa Pemilu Panwaslu Kabupaten Magelang, Hendy Setiyo Nugroho, kemarin.       
Sebelumnya, pihaknya telah memanggil yang bersangkutan bersama dua orang saksi atas dugaan pelanggaran kampanye tersebut.  Heri sendiri sudah mengakui jika mengikuti kampanye. Panwas punya bukti video dan foto serta rekaman suara saat dia berorasi di Lapangan Tegalrejo.      
Dalam orasi itu, Heri mengaku siap dimarahi. Bahkan tidak takut jika dipecat jadi kades.  “Sebagai warga negara saya berhak menyampaikan aspirasi saya. Saya mendukung Prabowo-Hatta jadi Presiden,” kata dia.     
Sementara itu, kasus yang sama juga diselidiki untuk Kades Mangunsoko Kecamatan Dukun Hariyadi. Sayang, prosesnya tidak dilanjutkan karena sudah lebih dari tujuh hari.  
“Sudah kami panggil tiga sampai empat kali namun yang bersangkutan tidak mendatangi kantor Panwaslu dan menghilang. Sesuai aturan jika lebih dari tujuh hari, laporan ini tidak bisa ditindaklanjuti,” ungkapnya.  
Ditegaskan Hendy, apabila tindakan yang bersangkutan memenuhi unsur pelanggaran maka akan dikenakan sanksi sesuai undang-undang yang berlaku. “Sesuai UU 42 tahun 2008 tentang Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, jika terbukti melanggar bisa dikenakan sanksi bui selama 6 bulan dan denda Rp 6 juta,” tegasnya. (vie/lis)