Mediasi Gagal, Dana Rp 9 M Tak Terbayar

325

BATANG-Uang ribuan nasabah Koperasi Jasa Keuangan Syariah (KJKS) Multi Jasa, Kabupaten Batang sebesar Rp 9 miliar dan ijazah karyawan KJKS Multi Jasa, tak bisa dibagikan. Menyusul gagalnya mediasi keempat antara ribuan nasabah, karyawan dan Ketua KJKS Multi Jasa di kantor Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Batang, Jum’at (4/7) siang kemarin.
Sedangkan mediasi pertama hingga ketiga berlangsung lancar. Ribuan nasabah dan karyawan masih menaruh harapan dan percaya kepada Ketua Pengurus KJKS Mullti Jasa, Ikhwanudin. Karena saat itu, bulan Maret 2014, Ikhwanudin menyanggupi memenuhi kewajibannya membayar gaji karyawan.
Musyaroah, 34, warga Desa Karangsono, Kecamatan Limpung adalah nasabah yang memiliki tabungan sebesar Rp 11 juta. Menurutnya, sejak uang tabungannya tidak bisa diambil, dirinya tidak lagi berdagang. Pasalnya, semua modal usaha disimpan di KJKS Multi Jasa.
Diceritakan, pada awal Oktober 2013 lalu, dirinya mendepositokan uang dagangannya yang akan diambil bulan Februari 2014. Namun akhir November 2013 lalu, koperasi tersebut tidak lagi beroperasi karena kesulitan keuangan. ”Saya hanya minta uang saya kembali, tidak usah dengan bunganya. Karena akan saya gunakan untuk dagang Lebaran,” ungkap Musyaroah.
Gatot, 48, perwakilan nasabah KJKS Multi Jasa mengatakan bahwa di Kabupaten Batang banyak koperasi sejenis yang mengalami kesulitan keuangan dan menyimpang dari aturan. Padahal, memiliki banyak masalah, namun sampai sekarang belum ada tindakan. “Bupati harus membantu KJKS Multi Jasa, agar ke depan bisa membantu koperasi lain yang mengalami kasus yang sama,” harapnya.
Dijelaskan, penyelesaian kasus KJKS Multi Jasa ini, bisa menjadi acuan Bupati Batang, untuk menyelesaikan masalah sejenis di koperasi lain. “Yang terpenting, uang nasabah KJKS Multi Jasa sebesar Rp 5,7 miliar bisa kembali,” kata Gatot.
Sedangkan Kepala Bagian Operasional, KJKS Multi Jasa, Alfa Firnalis menjelaskan bahwa ada 5 ribu nasabah penabung dan deposito yang belum dibayarakan bunganya. Hal itu menjadi penyebab utama kesulitan keuangan KJKS Multi Jasa. Hingga saat ini, uang nasabah yang harus dikembalikan sebesar Rp 5,7 miliar dan uang pihak ketiga seperti dana milik bank sebesar Rp 3,2 miliar.
”Total semua yang harus dikembalikan Rp 8,9 miliar, belum termasuk gaji karyawan. Sedangkan aset sebagian sudah dijual, termasuk 2 mobil minibus yang digunakan untuk operasional,” jelas Alfa.
Alfa juga mengatakan bahwa kedatangan karyawan dan perwakilan nasabah ke kantor Dinsosnakertrans atas janji yag disampaikan oleh Ketua Pengurus KJKS Mullti Jasa, Ikhwanudin, saat dilakukan mediasi pada 25 Maret lalu. “Dulu, sesuai hasil mediasi yang pertama, pimpinan KJKS berjanji memenuhi gaji karyawan selama setahun pada 25 Maret lalu. Pada tanggal itu, Ichwanudin juga siap mengembalikan ijazah para karyawan dan kewajiban nasabah. Tapi nyatanya, sampai 1 Juli kemarin, janji itu tak dipenuhi,” kata Alfa Firnalis.
Sementara itu, mediator Dinsosnakertrans, Sugiharto menandaskan bahwa sampai saat ini pimpinan KJKS belum menyelesaikan kewajibannya untuk membayar nasabah dan gaji karyawan. Karena itu, pihaknya akan kembali mengundang Ichwanudin untuk proses mediasi lagi.
“Kami akan mintai keterangan kesanggupan pimpinan KJKS Multi Jasa. Kalau ternyata dia tak sanggup, Dinsosnakertrans akan mengeluarkan anjuran,” tandas Sugiharto. (thd/ida)