Perceraian PNS Guru Marak

406

KENDAL—Perceraian di kalangan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemkab Kendal masih banyak terjadi, terutama guru. Pengadilan Agama (PA) Kendal mencatat hingga akhir Maret 2014, sudah tiga guru PNS mengajukan gugatan cerai maupun cerai talak. Sedangkan selama 2012-2013, sudah ada 13 guru PNS mengakhiri rumah tangganya.
“Tercukupinya kebutuhan ekonomi dan sama-sama berpendidikan bukan jaminan, rumah tangganya harmonis. Sebab masih ada PNS, terutama guru yang paling menonjol yang mengajukan gugatan cerai,” ujar Panitera Muda Hukum PA Kendal, Fikri, kemarin.
Fikri mengatakan, dari data yang dimilikinya, penyebab perceraian di kalangan masyarakat menengah ke bawah, biasanya alasan tidak adanya tanggung jawab mencukupi kebutuhan nafkah dari salah satu pasangan. Namun untuk masyarakat menengah ke atas, tren perceraian disebabkan banyak hal. “Seperti tidak adanya keharmonisan rumah tangga, adanya gangguan pihak ketiga atau perselingkuhan serta adanya kekerasan dalam rumah tangga,” jelasnya.
Dari 689 kasus yang masuk tahun ini, 619 di antaranya adalah kasus perceraian. Rinciannya yakni 199 kasus cerai talak atau pihak suami menggugat cerai istri. Sedangkan sisanya 420 adalah gugat cerai atau istri mengajukan gugatan cerai kepada suami.
Selain marak perceraian di kalangan PNS guru, juga marak kasus pernikahan di bawah umur atau biasa disebut dispensasi nikah. Yakni ada 36 permohonan dispensasi nikah dengan 30 telah dikabulkan.
Fikri menjelaskan, dispensasi nikah ini adalah kasus pernikahan dimana orang tua mengajukan pernikahan untuk anak remajanya yang belum mencukupi umur. Yakni untuk perempuan masih di bawah 16 tahun dan lelaki masih di bawah 19 tahun.
Humas PA Kendal, Abdul Mujib mengatakan banyak kasus pernikahan di bawah umur di Kendal memang hampir seluruhnya diakibatkan seks bebas. “Rata-rata masih berstatus pelajar yang usianya belasan tahun. Tapi karena terjadi kehamilan di luar nikah, kemudian orang tua mengajukan permohonan dispensasi nikah ke PA,” katanya.
Abdul Mujib menambahkan selama 2013 ini, ada 2613 kasus perceraian. Rinciannya kasus gugat cerai ada 1770 kasus dan sisanya 843 kasus cerai talak. Dari kasus perempuan menggugat cerai suami sebanyak 1770 kasus, maka rata-rata dalam sebulan ada 147 kasus perbulan.
“Kasus perceraian di Kendal tidak hanya dilakukan di kalangan masyarakat bawah maupun menengah saja. Tapi juga kasus orang kaya, banyak yang bercerai. Dari swasta hingga PNS,” tambahnya. (bud/ida)