Proyek GOR Mugas Molor Lagi

338

BALAI KOTA – Proses pembangunan Gelanggang Olahraga (GOR) Tri Lomba Juang Mugas tahap II terancam molor kembali. Artinya, penyelesaian pembangunan tidak bisa sesuai target yang ditetapkan, seperti pada pembangunan tahap I. Pasalnya, hingga saat ini rencana pembangunan masih berada di tingkat unit lelang pengadaan (ULP).
Kepala Unit Pelaksanaan Teknis Dinas (UPTD) Gelanggang Pemuda dan Olahraga Dinas Sosial, Pemuda dan Olahraga (Dinsospora) Kota Semarang Nur Syamsi pada awal bulan Mei lalu menyatakan, rencana pembangunan tahap II masih dalam proses lelang. Ditargetkan proses lelang selesai akhir bulan Mei, sehingga awal Juni fisik sudah bisa dikerjakan.
Proses pengerjaan fisik tahap II dijadwalkan memakan waktu hingga enam bulan. Jika melihat sisa waktu yang ada, saat ini sudah memasuki bulan Juli dan lelang pun belum selesai. Waktu efektif untuk menyelesaikan proyek bernilai puluhan miliar rupiah itu hanya 4 sampai 5 bulan saja.
Tahun ini penyelesaian proyek tidak mencapai 100 persen. Sebab anggaran yang dialokasikan sebesar Rp 32 miliar hanya untuk menyelesaikan 80 persen saja. Sementara sisanya akan dianggarkan dan diselesaikan pada tahun 2015 mendatang.
Sejumlah pejabat Dinas Tata Kota dan Perumahan (DTKP) Kota Semarang pun belum bisa berkomentar banyak terkait molornya proses lelang. Diharapkan proses lelang segera selesai, sehingga pembangunan bisa segera dijalankan. ”Lelang memang molor dari jadwal, tapi kami tidak bisa berbuat apa-apa karena yang menangani ULP. Yang tahu alasannya belum selesai sampai sekarang ya ULP,” terang Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pembangunan GOR Mugas dari DTKP Benson, kepada Radar Semarang, kemarin (4/6)
”Semoga bisa cepat selesai (lelang). Kami optimis penyelesaiannya sesuai target (akhir 2014),” ujarnya singkat.
Hal senada juga dikatakan Sekretaris DTKP Irwansyah. Proses lelang tidak bisa dilakukan begitu saja, karena ada sejumlah hal yang harus dipenuhi peserta lelang. Pihaknya juga berharap pemenang lelang segera muncul, mengingat waktu pengerjaan sudah terlalu mepet. ”Kalau lelang bisa selesai bulan ini saya pikir masih memungkinkan (selesai sesuai target),” katanya singkat.
Wakil Ketua DPRD Kota Semarang Wachid Nurmiyanto menilai pemkot masih lemah dalam hal perencanaan. Hal itu terlihat dari sebagian besar proses pembangunan yang dilakukan selalu bertahap. Menurutnya, proses pembangunan yang gagal atau tidak sesuai dengan target penyelesaian menimbulkan perencanaan baru yakni pembangunan tahap II, tahap III, dan seterusnya. ”Selama ini kalau saya lihat, pemkot asal mengalokasikan anggaran tanpa ada hitungan yang matang. Makanya banyak proyek pembangunan yang penyelesaiannya tidak bisa sesuai target, selalu ada pembangunan tahap II lah, tahap III lah. Seperti pembangunan Pasar Bulu, GOR Mugas, dan lainnya,” kata Politisi PAN ini.
Wachid menambahkan, perencanaan yang tidak matang membuat proses pembangunan tidak bisa tuntas dalam satu tahap. Dan hal tersebut berdampak terhadap penyerapan anggaran yang minim. (zal/ton/ce1)