Pupuk Langka, RDKK Dibenahi

385

TEMANGGUNG—Kelangkaan pupuk yang terjadi di wilayah Kabupaten Temanggung akan dibenahi sistemnya oleh pemerintah daerah setempat. Salah satu langkah yang ditempuh adalah pemetaan kembali rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK). Memvalidasi data RDKK dinilai langkah paling strategis untuk mengantisipasi terjadinya kelangkaan pupuk.
“Bahwa alokasi plafon pupuk bersubsidi yang disediakan oleh pemerintah pusat itu sangat terbatas dan terhadap kekurangan alokasi di tingkat daerah dikoordinasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah,” kata Bupati Temanggung, Bambang Sukarno.
Ia mengatakan, untuk mengatasi kekurangan pupuk, pihaknya akan mengajukan tambahan kuota kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Penambahan alokasi ini dibutuhkan agar semua kebutuhan petani terangkum. “Kita telah mengajukan tambahan alokasi,” katanya.
Dijelaskan, terhadap akses petani untuk mendapatkan pupuk bersubsidi, pihaknya akan mengupayakan langkah pemetaan kebutuhan riil di lapangan melalui langkah validasi data RDKK. Data RDKK yang sesuai dengan data di lapangan memungkinkan terpenuhinya kebutuhan pupuk semua petani. “Agar tepat sasaran kepada petani yang benar-benar membutuhkan,” terangnya.
Ketua Fraksi PPP DPRD Temanggung, Slamet Eko Wantoro mengatakan, fraksi yang ia pimpin telah menyerap aspirasi masyarakat tentang langkanya pupuk. Para petani susah mendapatkan akses pupuk bersubsidi. Salah satu kendalanya, banyak petani yang tidak tergabung dalam kelompok tani, sedangkan untuk mengakses pupuk bersubsidi harus menggunakan RDKK yang hanya dapat dikeluarkan oleh kelompok tani.
“Kita melihat bahwa banyak petani yang tidak tergabung dalam kelompok tani tidak bisa mendapatkan pupuk. Sebab RDKK hanya dikeluarkan oleh kelompok tani. Sedangkan alokasi pupuk sendiri untuk Kabupaten Temanggung di bawah kebutuhan masyarakat,” tandasnya. (zah/lis)