Ayah Komedian Tukul Arwana Meninggal Dunia

428

Firasat Kaki Tukul Tak Bisa Digerakkan

GUNUNGPATI – Suasana duka masih menyelimuti rumah keluarga besar Tukul Arwana di Desa Ngrembel RT 3 RW 7 Gunungpati Semarang. Senin (7/7), tenda dan kursi masih terpasang di halaman rumah bertingkat 2 tersebut. Sebuah karangan bunga dari tim Bukan Empat Mata, acara talk show yang dibintangi Tukul, masih terpasang di halaman rumah. Terlihat hanya ada tiga orang yang sedang bercengkerama, Siti Rondiyah alias Cemplon kakak tertua dari Tukul Arwana, Ariyanto asisten Tukul, dan seorang pria keponakan Tukul.
Pelawak dengan nama asli Riyanto ini baru saja ditinggal ayah tercinta, Abdul Wahid, 89, yang tutup usia pada Minggu (6/7) sekitar pukul 01.10. ”Mas Tukul-nya sudah kembali ke Jakarta kemarin Minggu sore langsung,” kata Ariyanto, asisten Tukul Arwana.
Menurut Ariyanto, saat itu Tukul sedang ada acara di Makassar. Begitu mendengar kabar duka tersebut, ia langsung meluncur ke rumah duka dan tiba sekitar pukul 14.00. ”Kalau Mbak Susi (istri Tukul, Red) sejak Minggu pagi sudah di sini dari Jakarta, Mas Tukul malah tidak sempat melihat dan menghadiri pemakaman bapaknya,” kata Ariyanto.
Abdul Wahid meninggalkan empat anak. Yakni Siti Rondiyah alias Cemplon, Siti Kowiyah alias Ceplis, Riyanto alias Tukul, dan Sutadi alias Bendel. Sang ayah memang selalu memberikan nama panggilan yang unik untuk anak-anaknya.
Siti Rondiyah melihat sosok almarhum sebagai orang yang humoris, tak pernah marah apalagi ngresulo (mengeluh, Red) soal kehidupan sehariannya. ”Bapak itu setiap harinya saat masih bujang sebagai penjahit sampai sekarang, padahal anak-anaknya sudah pada ”jadi orang” semua,” tuturnya.
Ariyanto, menambahkan, saat syuting di Makassar, Tukul sudah merasakan suasana hati yang tidak enak. ”Dia bilang jika kakinya tak bisa digerakkan, lantas deg-degan dan teringat keluarga di Gunungpati,” katanya.
Hal itu, barangkali sebagai firsat akan kepergian ayahanda tercintanya. Apalagi, lanjut Ariyanto, Tukul sempat bilang jika nanti berlebaran bersama keluarga besarnya di kampung (Gunungpati). ”Dia telepon saya, minta dipesankan tiket pesawat pulang-pergi Jakarta Semarang saat mudik nanti, eh… malah mudiknya dipercepat lantaran bapaknya meninggal,” terangnya. (aam/jpnn/ton/ce1)