Siapkan Rumah Singgah untuk Pasien Rujukan

349

RANDUSARI – RSUP dr Kariadi membangun rumah singgah untuk mengatasi masalah penumpukan pasien dari luar Kota Semarang. Rumah singgah ini dibangun lantaran jumlah daftar tunggu dari rumah sakit rujukan selalu membeludak.

Direktur Utama RSUP dr Kariadi Bambang Wibowo mengatakan, pembangunan rumah singgah ini merupakan bentuk dari komitmen RSUP untuk melayani pasien secara maksimal. ”Rumah singgah menjadi jawaban persoalan  yang dihadapi pasien dan keluarga,” katanya di sela-sela pembukaan, Senin (7/7) pagi.

Rumah singgah dibangun berdekatan dengan kompleks rumah sakit. Kapasitas sementara yang tersedia sebanyak 16 tempat tidur. Ia pun mengakui pihak rumah sakit sering kerepotan untuk mengatasi pasien daftar tunggu yang bisa mencapai 900 orang.

”Pasien tunggu untuk masuk rumah sakit sekitar 6 hari, masalah ini sudah terjadi cukup lama, namun baru bisa direalisasikan,” paparnya.

Dari data yang ada, domisili pasien rumah sakit rujukan sangat beragam. Sekitar 38 persen dari Kota Semarang, 58 persen dari wilayah Jateng dan sisanya di luar Jateng.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang hadir dalam peresmian ini berharap, rumah singgah yang dibangun bisa menjadi setitik jawaban dari permasalahan yang cukup kompleks. Selama ini banyak keluhan masyarakat yang merasa tidak diperhatikan karena tidak mendapatkan kamar di RS. ”Banyak masyarakat yang menghujat rumah sakit, tapi tidak hanya rumah sakit saja, karena saya juga kena kemarahan masyarakat,” timpalnya. (den/ton/ce1)