Dewan Minta Pemkot Bertindak Tegas

312

GEDUNG DEWAN – Temuan masih banyaknya makanan rusak dan kedaluwarsa yang beredar mengundang keprihatinan. Salah satunya datang dari DPRD Kota Semarang. Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Semarang Anang Budi Utomo meminta agar pemkot bertindak tegas terhadap usaha yang masih menjajakan makanan dan minuman yang membahayakan konsumen.
Menurutnya, dalam melakukan pengawasan barang atau produk yang dijual pedagang dan pengelola pusat perbelanjaan modern oleh Disperindag Kota Semarang, memang kurang maksimal. Terlebih pengawasan terhadap industri rumah tangga. ”Penemuan makanan kedaluwarsa dan tidak layak konsumsi masih akan sering terjadi kalau pembinaan atau sistem pengawasannya belum berjalan dengan baik,” katanya.
Menurut legislator dari Fraksi Golkar ini, harus ada sistem pemeriksaan secara berkala. Dengan begitu masyarakat bisa terlindungi dari makanan yang tidak layak konsumsi. ”Tapi selama ini saya belum melihat pengawasan industri rumah tangga, sehingga masih ditemukan barang seperti itu, kemasannya rusak, sudah kedaluwarsa, kemasan bolong, itu kan bakteri bisa masuk,” katanya.
Pihaknya meminta pedagang atau pelaku usaha yang memang melanggar ketentuan secara terus-menerus diberi sanksi tegas. ”Sehingga kesan rutin pengawasan makanan dan minuman jelang Ramadan, yang tidak ada tindak lanjut itu hilang,” ucapnya.
Ke depan, dewan meminta pemkot memiliki sistem pengawasan yang jelas, seperti e-control atau elektronik kontrol, data pengawasan online. ”Ke depan harus sudah model pengawasan secara online, itu penting. Kalau dalam data muncul pelaku usaha yang itu-itu lagi, pemerintah bisa mengambil tindakan tegas,” tandasnya. (sgt/jpnn/ric/ce1)