MH17 Dirudal, Tante Dosen Unika Jadi Korban

328

BENDAN DHUWUR – Sebanyak 12 dari 295 penumpang pesawat Ma­laysia Airlines berkode pe­nerbangan MH17 ru­te Amsterdam-Kuala Lum­pur yang jatuh akibat dirudal di Ukraina, Kamis (17/7) lalu diketahui warga negara Indonesia (WNI). Salah satunya Jane M. Adi Soetjipto, tante dosen Unika Soegijapranata Donny Danardono.
Wanita yang hendak pulang ke Indonesia setelah mengunjungi orang tuanya di Negeri Kincir Angin itu, menjadi korban penembakan rudal salah satu kelompok pemberontak di Ukraina. Jane yang pergi ke Belanda sejak April, merupakan warga Indonesia keturunan Belanda yang tinggal di Jakarta. Saat penerbangan itu, ia duduk di kursi 14A. Kabar duka tersebut sontak membuat keluarga di Indonesia kaget, tak terkecuali keponakannya, Donny Danardono.
Saat ditemui Radar Semarang, Jumat (18/7), Donny mengaku hampir tidak percaya mendengar kabar tersebut. ”Sebelumnya, tante saya itu memberi kabar kepada saya kalau tak lama lagi bakal pulang ke Indonesia,” kata Donny.
Donny sendiri mengaku kali pertama mendapat kabar duka tersebut dari social media. Namun Donny tak langsung percaya. Ia pun mencoba menghubungi keluarga yang berada di Jakarta. Tapi belum juga mendapat kepastian akan kabar tersebut. ”Baru tadi pagi pukul 06.15 (kemarin), saya mengetahui kepastian kabar tersebut dari berita di televisi,” ujarnya.
Kedekatan Jane dengan Donny memang tidak dapat dimungkiri. Pasalnya, nama Donny sendiri merupakan pemberian dari Jane yang merupakan kakak dari ibu Donny. Hingga kini, ia dan keluarga besarnya masih belum mengetahui langkah apa yang akan dilakukan ke depan. Ia menyayangkan, pemerintah Indonesia yang seakan tutup mata terhadap kejadian tersebut.
Hingga kini belum ada statemen resmi dari pemerintah, dalam hal ini menteri luar negeri. ”Kami sekeluarga belum tahu harus bagaimana. Kondisi pesawat yang hancur lebur sangat kecil kemungkinan jasad tante saya dapat ditemukan,” kata Donny.
Dikatakan, Jane setiap harinya merupakan ibu rumah tangga. Ia lahir di Semarang, 27 Juli 1940 merupakan anak kedua dari tujuh bersaudara. Suaminya, Jan Adi Soetjipto, telah meninggal tahun lalu. ”Beliau juga belum mempunyai seorang anak,” tutur pria berambut gondrong ini.
Menurutnya, kejadian tersebut bukan hanya duka bagi dirinya dan keluarga, namun duka seluruh manusia, di mana konflik negara Ukraina tersebut yang berdampak hingga negara Indonesia. ”Ini merupakan tragedi kemanusiaan yang sangat memprihatinkan. Orang yang tidak tahu apa-apa menjadi korban kebiadaban dari satu kelompok,” tutur Donny yang sehari-hari menjadi dosen mata kuliah filsafat Fakultas Hukum Universitas Katholik Soegijapranata ini.
Seperti diketahui, pesawat Malaysia Airlines berkode penerbangan MH17 jatuh di wilayah Donetsk, Ukraina dari ketinggian 33 ribu kaki. Jalur yang dilintasi pesawat ini dipastikan bukan area terlarang penerbangan. Otoritas penerbangan internasional langsung mengumumkan pengalihan rute dan menyatakan wilayah udara Ukraina tertutup sampai ada kejelasan soal insiden ini. Bursa saham Amerika juga seketika anjlok menyusul insiden penerbangan ini. (mg1/aro/ce1)