November, Targetkan Pembebasan Lahan 68 Persen

428

Tol Bawen-Solo

BANYUMANIK – Pembebasan lahan di wilayah yang akan dibangun ruas tol Bawen – Solo diharapkan mencapai 68 persen pada bulan November nanti. PT Trans Marga Jateng (TMJ) selaku pengelola proyek menargetkan bisa segera melelang pekerjaan pada akhir 2014 saat lahan yang terbebas sudah mencapai 75 persen.
Direktur Teknik dan Operasional PT TMJ Ari Nugrojo mengakui hingga saat ini pihaknya belum melakukan lelang pekerjaan karena lahan yang terbebas baru mencapai 6 persen. Menurutnya sejumlah pihak terkait terus mengupayakan pembebasan lahan. Diantaranya dari Tim Pembebasan Tanah (TPT) maupun Panitia Pengadaan Tanah (P2T) provinsi Jateng maupun kabupaten/kota yang wilayahnya dilewati ruas tol.
“Kami berharap di akhir tahun pembebasan lahan sudah mendekati 75 persen sehingga Desember sudah bisa proses lelang baik fisik maupun lelang konsultan pengawas,” katanya.
Dia menambahkan meski saat ini baru 6 persen lahan yang terbebas, pada November nanti, persentasenya akan meningkat menjadi 68 persen. Sebab saat itu sudah banyak pemenuhan yuridis yang diperlukan untuk melakukan pembayaran. “Termasuk sudah dilakukan appraisal, sosialisasi, dan negosiasi. Artinya pemilik lahan sudah setuju,” katanya.
Dari tiga daerah yang dilewati ruas tol Bawen-Solo, proses pembebasan tanah di Kabupaten Semarang paling ketinggalan. Kota Salatiga sudah mencapai 71 persen, Boyolali 6,78 persen, tapi Kabupaten Semarang masih belum sama sekali. 
Menurut Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, pembebasan tanah harus sudah selesai akhir 2014. Sebab jalan tol Bawen-Solo sepanjang 50 kilometer dan terbagi 9 ruas ini akan dibangun serentak. ”Semuanya harus percepatan, membangun butuh satu setengah tahun jadi pertengahan 2016 sudah bisa dibuka,” katanya.
Tertinggalnya Kabupaten Semarang menurut Ganjar disebabkan beberapa faktor. Selain pendataan tim penaksir harga baru 36 persen, juga banyak tanah warga yang bermasalah. Ada tanah yang masih sengketa keluarga, disita bank, atau dokumen tidak jelas karena jual beli di bawah tangan.
Ruas tol Bawen – Solo akan memiliki panjang 49,81 kilometer dengan kebutuhan tanah sekitar 350 hektare di 47 desa, 34 kecamatan dan tiga kabupaten kota. Rinciannya, ruas Bawen-Salatiga sepanjang 17,57 kilometer, Salatiga-Boyolali 24,5 kilometer, dan Boyolali-Kartasura 7,74 kilometer. (ric/aro)