Cari Ikan di Sungai, Bocah Tenggelam Ditemukan Meninggal Setelah 15 Jam

336

PEKALONGAN-Rizqon Said bin Zainul Jamal, 11, warga Kelurahan Kergon RT 4 RW 3 ditemukan meninggal setelah tenggelam di Sungai Pekalongan, Senin (4/8) sore. Jasad Rizqon baru ditemukan oleh Tim SAR gabungan bersama warga, 15 jam kemudian pada Selasa (5/8) sekitar pukul 8.15 pagi tidak jauh dari lokasi kejadian.
Data yang dihimpun Koran ini terungkap bahwa Rizqon diketahui mencari ikan bersama seorang temannya di bronjong sungai Kelurahan Kergon pada Senin (4/8) sore sekitar pukul 17.00. Tak lama kemudian, bocah kelas 3 SD tersebut terlihat nyebur ke sungai. Namun hingga pukul 17.30, tak juga terlihat di permukaan air sungai. Diduga, Rizqon tercebur karena terpeleset atau tersangkut kawat bronjong.
Terceburnya Rizqon ke sungai, justru pertama kali dilihat oleh warga Kelurahan Kauman yang berada di seberang sungai. Warga tersebut langsung melaporkan kejadian tersebut kepada petugas dan warga Kergon.
“Memang sejak sore mencari ikan disana kemudian tercebur. Setelah itu, kami langsung melaporkannya kepada petugas,” terang Achwandi, 60, warga Kelurahan Kauman.
Tim SAR gabungan dari Sotong Rescue, Pekalongan Rescue dan Rescue 99 dibantu warga setempat, langsung melakukan pencarian dengan menyisir di sekitar tempat kejadian perkara (TKP). Banyaknya sampah yang menumpuk di dasar sungai ditambah arus bawah yang kuat, membuat tim kesulitan melakukan pencarian.
Sehingga upaya pencarian dihentikan sekitar pukul 22.00, karena cuaca buruk akibat hujan deras dan arus yang semakin deras. Pencarian dilanjutkan kembali pada Selasa (5/8) pagi dengan bantuan dari Basarnas Semarang.
Setelah tim melakukan teknik membuat arus dan pusaran selama lima menit, akhirnya jasad korban ditemukan muncul 20 meter dari TKP. Dilihat pertama kali di sebelah utara jembatan oleh warga, jasad korban kemudian diangkat dan dibawa ke rumah duka.
“Korban ditemukan sekitar pukul 8.15 pagi sekitar 20 meter dari TKP. Kami menduga, jasad korban tersangkut sampah di dasar sungai sehingga melakukan pencarian dengan teknik manuver membuat arus dan ombak dengan perahu mesin. Benar saja, setelah lima menit jasad korban muncul hanyut ke arah utara dan dilihat warga,” terang Koordinator Rescue Basarnas Kantor SAR Semarang, Hardi Amanurrizal.
Dari jasad siswa yang bersekolah di MSI 09 Bendan tersebut, tidak ditemukan luka. Namun tubuhnya sudah terlihat pucat dan membiru ditambah kondisi hidung yang mengeluarkan buih. Hardi memastikan, korban murni meninggal karena kehabisan nafas dan terlalu banyak meminum air akibat tenggelam.
Usai ditemukan, Tim SAR bersama warga membawa jasad korban ke rumah duka. Sontak disambut tangis pihak keluarga, terutama sang ibu, Dasri, 43. Rizqon merupakan anak kedua dari dua bersaudara pasangan Dasri dan Zainul Jamal.
Dasri mengaku, tak memiliki firasat apapun sebelumnya. Padahal, biasanya dia maupun sang ayah, selalu merasa jika Rizqon akan
sakit maupun mengalami hal lain. “Biasanya saya memiliki firasat, jika anak hendak sakit. Tapi ini tidak ada firasat apa-apa. Bapaknya juga tidak punya,” tuturnya.
Keluarga, pertama kali mendapatkan kabar putra bungsunya tenggelam Senin sekitar pukul 17.30 dari tetangga. Usai mendapatkan kabar, Dasri meminta sang suami mengecek kebenarannaya di lokasi. “Saya dapat kabar, bu itu Rizqon tercebur ke sungai. Bapaknya langsung kesana dan menanyai anak yang katanya melihat,” sambungnya.
Sore itu, kenang Dasri, Rizqon pergi setelah bangun tidur sekitar pukul 17.00. Namun sang anak tidak berpamitan hendak bermain sehingga dirinya tak sempat mengecek. “Waktu itu, dia baru bangun tidur lalu mandi. Kemudian minta makan bubur. Nah setelah itu dia pergi dan tidak pamit. Biasanya, saya selalu ingatkan kalau mau main, jangan di sungai. Tapi karena ini tidak pamit, saya tidak sempat mengingatkan,” sesal Dasri. Menurut sepengetahuannya, Rizqon memang tidak bisa berenang. Untuk itu, dirinya selalu memberi anaknya peringatan agar tidak main di sungai. (han/ida)