Dibacok, Ponsel Dirampas

300

BARUSARI – Pelaku perampasan bersajam di Kota Atlas sepertinya terus membuat teror bagi masyarakat. Pelaku tidak segan-segan membacok korban untuk mendapatkan hasil. Terakhir, nasib nahas dialami sejoli yang sedang asyik memadu kasih di kawasan sungai Banjir Sungai Kanal Barat, Semarang Barat. Mereka adalah Dian Kusuma Rahmatika, 23, warga Kaliwungu Kendal dan Iffah Aini Maftukhah, 21, warga Rowosari, Tembalang.
Dua sejoli ini menjadi korban perampasan dua pemuda tak dikenal yang membawa sajam. Pelaku berhasil merampas tas berisi uang tunai Rp 350 ribu, ponsel, ATM serta sejumlah barang berharga lain. Tidak hanya itu, Dian Kusuma bahkan mengalami luka bacok di kepala.
Kejadian bermula ketika mereka berdua hendak menikmati keindahan malam Kota Semarang, Senin (4/8) dini hari. Setelah berputar-putar, mereka memutuskan untuk nongkrong di lokasi kejadian. Meski suasana semakin sepi, keduanya tidak mengindahkannya. ”Saya duduk-duduk di pinggir sungai. Tempatnya asyik,” ungkapnya.
Mereka asyik ngobrol di tengah kondisi remang-remang di lokasi. Hingga akhirnya musibah itu datang. Saat asik nongkrong tiba-tiba keduanya dikagetkan dengan kedatangan dua pemuda. Tanpa basa-basi dua pemuda itu memnta barang korban. ”Tidak tahu dari mana datangnya. Mereka memaksa dan meminta dompet,” imbuhnya.
Tidak ingin barang berharga dirampas, Dian melakukan perlawanan. Nahas, sikap itu justru membuat dua pelaku marah. Tanpa menunggu lama, seorang pelaku langsung menyabetkan senjata sajam ke arah korban. Sabetan mengenai kepala Dian. ”Saya berusaha mempertahankan tas, dibacok kena kepala. Dua orang, tidak tahu wajahnya,” tambahnya.
Setelah dibacok, pasangan sejoli ini akhirnya ketakutan. Pelaku pun dengan cepat merampas tas korban. Sambil terus mengacungkan sajam dan mengancam membacok. ”Mereka kabur ke arah selatan. Saya sudah teriak tapi tidak ada yang menolong,” tambahnya.
Setelah pelaku kabur, sejoli ini lantas melaporkan kasus yang dialami ke Polrestabes Semarang. Kasus ini menambah daftar panjang perampas bersajam di Kota Atlas. ”Kami akan menindak tegas. Sekarang masih didalami, anggota terus berpatroli di lapangan,” kata Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKBP Wika Hardianto. (fth/ric/ce1)