Rampas Ponsel, Nyaris Dimassa

302

GAJAHMUNGKUR – Ada-ada saja ulah yang dilakukan dua pemuda ini. Betapa tidak, usai berenang di Siwarak Ungaran, bukannya pulang justru merampas ponsel. Alhasil, keduanya dikejar dan berhasil dibekuk warga sebelum akhirnya diamankan petugas Unit Reskrim Polsek Gajahmungkur.
Beruntung, keduanya berhasil diamankan sehingga tidak menjadi amukan massa. Kedua pelaku adalah Kristian Hari Nugroho, 22, warga Tambakrejo, Gayamsari serta Satrio Utomo, 20, warga Tambakrejo, Gayamsari.
Dua pemuda ini dibekuk petugas usai beraksi di Jalan Tanah Putih, dekat traffic light Pasar Kambing, Selasa 29 Juli lalu. Korbannya adalah Dimas Adhe Yudistira, 15, warga Sendangguwo, Tembalang. Sebelum kejadian, dua pelaku mengaku usai bermain di kolam renang Siwarak, Ungaran, Kabupaten Semarang.
Setelah selesai berenang, keduanya berencana pulang ke rumah. Tidak memiliki uang, mereka pun akhirnya memutuskan untuk mencari tumpangan. ”Awalnya ramai-ramai, tapi pisah di jalan. Akhirnya saya pulang hanya berdua,” aku Kristian.
Setelah mencegat pikap, keduanya akhirnya turun di Jalan Tanah Putih, dekat traffic light Pasar Kambing. Sampai lokasi, Kristian mencari taksi di dekat Java Mall sedangkan rekannya diminta untuk menunggu di dekat traffic light. ”Saya minta tolong dua remaja, untuk di-SMS-in teman minta pulsa,” tambah Satrio.
Begitu taksi yang dipesan datang dan putar balik, Satrio dengan cepat berusaha merampas handphone korban. Korban berusaha mempertahankan ponselnya dan meneriaki maling. Spontan dua pemuda itu kabur ketakutan. ”Lari ke pos polisi Java Mall, saya takut dimassa. Hanya iseng, awalnya tidak ada niatan merampas ponsel korban,” tambahnya.
Kapolsek Gajahmungkur, Kompol Meiliyan Rahmadi mengatakan, dua pelaku diamankan warga usai beraksi. Taksi yang ditumpangi berhenti setelah warga meneriaki dua pelaku maling. ”Dua pemuda ini terlalu nekat, karena beraksi di tengah keramaian kota,” katanya.
Meiliyan mengaku masih mengembangkan kasus tersebut. Kuat dugaan pelaku kerap beraksi di Kota Semarang. Keduanya dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman 7 tahun penjara. (fth/ric/ce1)