Diduga Korsleting, Bus Terbakar di Tol

258

TEMBALANG – Sebuah bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) PO Sari Indah bernopol L 7903 UD ludes terbakar di dekat gerbang tol Tembalang, Semarang, Kamis (7/8) sekitar pukul 12.30 kemarin. Bus jurusan Bogor-Madiun yang disopiri Pirmanto, 31, warga Mantingan, Ngawi, Jatim tersebut terbakar diduga akibat korsleting listrik di bagian mesin. Selain meludeskan bus, api juga membakar motor Kawasaki Ninja R milik salah satu penumpang yang ada di dalam bus. Beruntung, sopir dan seluruh penumpang bus berhasil selamat. Namun akibat kebakaran tersebut, arus lalu lintas kendaraan yang akan keluar di pintu tol Tembalang sempat macet sepanjang 1 km.
Menurut Pitut Sukiranto, 44, salah satu penumpang warga Ngawi, kebakaran tersebut terjadi saat bus berhenti selepas keluar dari gerbang tol Tembalang. Saat itu, posisi bus dalam keadaan berhenti dan hendak berganti sopir. Sopir sebelumnya Pirmanto meminta diganti lantaran mengantuk setelah perjalanan dari Jakarta.
”Selesai membayar tol, bus berhenti. Saya dibangunkan karena sopir satunya mengantuk. Pas bangun saya kaget karena ada kepulan asap dari bawah kemudi,” ujar Pitut Sukiranto, yang menjadi sopir pengganti.
Mendapati hal itu, Pitut pun bergegas menyuruh seluruh penumpang yang hanya 8 orang untuk turun. Selain itu, Pitut juga memerintahkan kru bus untuk melepas aki bus. Tapi sayang, kepulan asap kian menebal di dalam bus, sehingga menutup penglihatan. ”Aki belum sempat dilepas asap sudah menutupi bus. Beberapa detik kemudian api semakin membesar dan membakar seluruh bus,” terangnya.
Pada saat api kian membesar, suara ledakan sempat terdengar. Diduga ledakan tersebut berasal dari freon AC bus. ”Tadi juga ada ledakan. Seketika itu api tambah besar,” ujar Slamet, 45, warga Taman, Madiun, yang menjadi kernet bus PO Sari Indah tersebut.
Pitut menambahkan, sebelum hangus terbakar, bus dengan trayek Bogor-Madiun tersebut berangkat dari Jakarta menuju Madiun pada Rabu (6/8) sekitar pukul 19.00. Saat itu, bus membawa 4 penumpang dan satu unit sepeda motor Kawasaki Ninja R bernopol B 6237 ZCR milik seorang penumpang, Agus Triyono, 22. Saat itu bus dalam kondisi baik-baik saja.
Namun saat memasuki kawasan Comal, Pemalang, bus sempat mengalami masalah. Pada waktu itu, AC bus rusak dan kru bus memutuskan untuk mematikan AC.
”Di Comal kejebak macet 4 jam dan AC rusak, jadi sampai sini tanpa AC. Terus tadi di Krapyak dapat tambahan empat penumpang,” katanya.
Proses pemadaman api sendiri berlangsung cukup cepat. Dua unit mobil pemadam kebakaran yang dikerahkan Dinas Kebakaran tidak membutuhkan waktu lama untuk menjinakkan api. Setelah api dapat dipadamkan, bus kemudian dievakuasi keluar jalur tol dengan menggunakan mobil derek.
Agus Triyono, pemilik motor Ninja R mengaku shock atas kejadian tersebut. Pasalnya kejadian itu menghambat kepulangannya ke kampung halaman di daerah Sambirejo, Sragen. ”Waktu di bus, saya tidur. Kaget waktu disuruh turun, sampai-sampai saya tidak sempat pakai sepatu. Apalagi mengeluarkan motor,” ujarnya.
Terkait sepeda motor seharga Rp 26 juta tersebut, Agus sedianya ingin memberikannya kepada sang adik. Selain itu, ia mengaku sengaja naik bus karena tidak berani mengendarai motor jarak jauh. ”Mau pulang, baru dapat cuti kerja sekarang. Itu motor sebenarnya buat adik saya, tapi malah ludes terbakar. Belum tahu apa diganti nggak sama pemilik bus,” ungkapnya sedih. (hid/aro/ce1)