Disambar Petir, 92 PJU Padam

343

KAJEN–Lantaran disambar petir, sebanyak 92 titik lampu penerangan jalan umum (PJU) di jalan protokol Kabupaten Pekalongan padam, pada Rabu (6/8) malam lalu. Di antaranya di Jalan Madurorejo, Jalan Sumbing, Jalan Nyamok, Jalan Raya Kajen. Bahkan, Jalan Sumbing kompleks kantor Pemkab Pekalongan dan kantor DPRD menjadi gelap gulita.
Selain itu, PJU di Kecamatan Kedungwuni, Wiradesa dan Kesesi juga padam dan tak kunjung diganti. Sehingga jalanan menjadi gelap dan rawan kejahatan, khususnya pada malam hari.
Padamnya lampu PJU diperparah dengan kekurangan tenaga teknisi di Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Pekalongan. Seketika itu, tidak bisa langsung dibenahi. Kondisi tersebut disalahgunakan kalangan anak muda untuk berpacaran di jalanan.
Solihin, 37, petugas Satpol PP di area Sekretariat Daerah (Sekda) Pemkab Pekalongan mengaku dengan padamnya lampu PJU di kompleks Sekda, kerap disalahgunakan anak muda untuk berpacaran. “Saya sering mengusir orang berpacaran di area taman Sekda, sejak lampu PJU padam,” ungkap Solihin.
Menurutnya, lampu PJU di area Sekda, harusnya segera dibenahi agar tidak disalahgunakan warga. “Saya sudah menyampaikan ke pimpinan agar lampu PJU di area Sekda segera dibenahi,” kata Solihin.
Koordinator Lapangan (Korlap) Perbaikan PJU Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Pekalongan, Rokhani, menjelaskan bahwa ada 92 titik lampu PJU yang padam lantaran disambar petir. ”PJU yang tersambar petir, mulai dari Jalan Sumbing, Madurorejo hingga Jalan Raya Kajen, ada 9 titik atau 92 lampu PJU,” jelas Rohmani.
Rohmani juga menandaskan bahwa lampu yang disambar petir jenisnya sodium 260 watt berwarna kuning. Menurutnya, lampu sodium harganya lebih mahal, jika dengan lampu PJU jenis TL yang berwarna putih. ”Hanya lampu sodium berwarna kuning yang disambar petir, satu lampunya Rp 100 ribu tinggal dikalikan yang mati, butuh berapa banyak,” tandas Rokhani.
Kepala Bidang Kebersihan, Pertamanan dan Penerangan Jalan Umum (PJU), Dinas pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Pekalongan, Untung Miharjo menegaskan bahwa padamnya sejumlah lampu PJU di beberapa titik yang belum diganti, karena terbatasnya tenaga kerja dan tenaga teknisi yang bekerja di DPU. “Kami hanya ada 200 karyawan dengan 5 teknisi. Untuk menangani 3000 lebih titik lampu PJU di Kabupaten Pekalongan, kami mohon untuk bersabar, semua akan kita benahi,” kata Untung. (thd/ida)
DPU Kurang Tenaga Teknisi