Bangunan Pelabuhan Kendal Rusak

262

KENDAL—Belum juga diresmikan, gedung kantor Pelabuhan Kendal sudah mengalami kerusakan. Ditengarai kerusakan lantaran minimnya perawatan dari Dinas Perhubungan selaku penanggung jawab dari Pelabuhan Kendal.
Bupati Kendal Widya Kandi Susanti sendiri saat meninjau Pelabuhan Kendal mengaku kaget saat melihat bangunan Pelabuhan Penyeberangan Kendal di Desa Mororejo Kaliwungu Kendal. Sebab memang kondisinya tidak terawat dengan baik.
Bahkan pelabuhan yang digadang-gadang oleh Bupati Widya untuk menjadi pelabuhan sekelas internasional itu beberapa sudut eternit bangunan sudah banyak yang jebol. “Bangunan ini harusnya dirawat dengan baik, sehingga tidak sampai rusak seperti ini,” ujar Widya, kemarin.
Selain itu, banyak atap genting yang bocor, namun tidak segera dilakukan perbaikan. Widya meminta agar Dinas Perhubungan segera memperbaiki seluruh kerusakan. Termasuk melakukan pengecatan ulang terhadap bangunan karena sudah mulai usang.
“Seharusnya kalau sudah tahu ada yang bocor, segera dilakukan perbaikan. Karena kalau tidak segera diperbaiki, ya seperti ini eternitnya jebol semua. Anggaran perawatan bisa diajukan melalui APBD dengan mengajukan anggaran terlebih dahulu. Jadi jangan sampai rusak. Meski belum digunakan, namun seyogyanya dirawat dengan baik,” tandasnya.
Sedangkan Kepala Dinas Perhubungan, Subarso mengaku sudah menganggarkan melalui APBD perubahan. “Sudah kami anggarkan melalui APBD perubahan untuk perbaikan bangunan ini,” timpalnya.
Selain eternit yang jebol, akses jalan masuk ke pelabuhan sudah banyak yang berlubang. “Begitupun dengan pembangunan jalan akan selesai tahun ini. Setelah itu, menunggu izin dari Kementrian Perhubungan agar pelabuhan bisa digunakan,” tandasnya.
Sementara itu, Pelabuhan Kendal tersebut meski belum dioperasionalkan sudah diujicoba untuk pengangkutan barang. Yakni dengan memberangkatkan Kapal Motor (KM) Kalibodri yang mengangkut 25 armada bus dan lima minibus tujuan Raja Ampat di Papua, kemarin lusa (10/8).
Bus-bus tersebut merupakan kendaraan operasional bantuan dari Kementerian Perhubungan. “Armada ini akan digunakan untuk angkutan peserta dan tamu undangan di kegiatan Sail Raja Ampat 23 Agustus mendatang,” kata Kepala Seksi Angkutan Jalan, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Rudi Irawan, kemarin.
Menurutnya, dipilihnya Pelabuhan Kendal untuk mengirim armada-armada ke Raja Ampat tersebut, untuk menghemat waktu. “Jika dilakukan di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang akan mengganggu aktivitas. Karena disana, selain pelabuhan niaga juga pelabuhan umum,” ujarnya.
Kepala Dinas Perhubungan Kendal, Subarso mengatakan pemberangkatan KM Kalibodri dari Pelabuhan Kendal menunjukkan bahwa secara fisik pelabuhan sudah siap dioperasionalkan. “Tapi kami masih terkendala izin dari Kementrian Perhubungan,” katanya.
Menurutnya, sejauh ini memang pembangunan pelabuhan belum sepenuhnya selesai. Masih harus dibangun tiang pancang pemecah ombak. Selain itu, jalan masuk menuju pelabuhan juga masih dalam proses pembangunan.
“Baik pemecah ombak maupun jalan akan selesai tahun ini. Setelah itu baru diajukan izin operasional ke Kementrian Perhubungan. Jika izin sudah turun, baru bisa kami kelola,” tuturnya.
Pelabuhan Kendal nantinya akan beroperasi untuk pelabuhan umum penyeberangan ke Karimunjawa. Selain itu, akan dibangun pelabuhan niaga yang direncakana 2016 mendatang.
Sementara Bupati Widya yang melihat proses pengangkutan armada, berharap Pelabuhan Kendal bisa menjadi pelabuhan berkelas internasional. Yakni yang bisa melayani angkutan kapal ke seluruh penjuru.
“Jika KM Kalibodri bisa berlabuh ke Pelabuhan Kendal menuju Sorong, Raja Ampat, tentunya pelabuhan ini bisa digunakan untuk mendarat kapal-kapal besar. Jadi, ke depan tidak hanya melayani penyebrangan Kendal-Karimunjawa tapi juga seluruh daerah belahan dunia,” ujarnya. (bud/ida)