Tak Berpalang Pintu, Tewas Terlindas Kereta

282

BATANG-Ahmad Sungkar, 35, warga Kelurahan Sugih Waras, Jalan Surabaya Gang 5 Nomor 2, Kecamatan Pekalongan Timur, Kota Pekalongan, Senin (11/8) siang kemarin, tewas terlindas kereta api (KA). Saat melewati perlintasan kereta api tak berpalang pintu di Desa Kalisari, Kecamatan/Kabupaten Batang.
Kejadian bermula saat Sungkar datang dari arah selatan hendak menuju ke utara, melalui perlintasan double track KA tak berpalang pintu di Desa Kalisari, Kecamatan/Kabupaten Batang. Diduga, karena sirine perlintasan tidak berfungsi serta tidak ada penjaga perlintasan, korban tetap melaju dengan kendaraan roda dua Vario bernomor polisi G 2013 TH. Korban tidak menghiraukan teriakan warga yang mengingatkan sedang ada kereta yang melintas.
Sontak, kendaraan roda dua tersebut langsung ditabrak KA Agro Anggrek dan terseret hingga 100 meter. Kendaraan pun tak berbentuk. Demikian juga dengan tubuh korban hancur dan berceceran di banyak tempat. Sehingga petugas forensik dari Satlantas Polres Batang harus mengumpulkan ceceran tubuh korban sebelum dibawa ke RSUD Kalisari Batang.
Lukito, 31, warga Desa Kalisari, Kecamatan/Kabupaten Batang, saksi yang pertama kali mengingatkan korban mengungkapkan bahwa korban sebelum menyeberang di perlintasan tak berpalang pintu, sempat berhenti untuk menerima telepon dengan ponselnya. Setelah menerima telepon itulah, korban langsung melaju ke arah utara dengan kecepatan tinggi. Padahal saat itu juga melaju KA Agro Anggrek dari arah timur menuju ke barat.
“Korban sempat berhenti, sekitar 200 meter dari perlintasan di sebelah selatan. Setelah itu, korban langsung melaju ke selatan dan terjadi tabrakan,” ungkap Lukito.
Bahkan, kata Lukito, sebelum KA Agro Anggrek melintas, kereta sempat membunyikan klakson beberapa kali. Namun sirine di perlintasan tak berpalang pintu, tidak berfungsi. Sedangkan korban tidak memperhatikan laju kereta tersebut.
“Saya dan beberapa teman yang ada dekat perlintasan sudah berteriak mengingatkan. Namun korban tetap saja melaju, hingga motor Vario terseret sejauh 100 meter,” kata Lukito yang berada di sebelah selatan perlintasan saat kejadian.
Dani, 21, petugas RSUD Kalisari Batang yang menangani mayat korban menjelaskan bahwa tubuh korban sudah hancur tidak berbentuk saat dibawa ke kamar mayat. Namun, ada Kartu Tanda Penduduk (KTP) atas nama Ahmad Sungkar, 35, warga Kelurahan Sugihwaras, Jalan Surabaya Gang 5 Nomor 2, Kecamatan Pekalongan Timur, Kota Pekalongan. “Korban tewas di tempat,” jelas Dani, di RSUD Kalisari Batang.
Atas kejadian itu, Kabag Humas Polres Batang, AKP Machsus mengharapkan perlintasan double track tak berpalang pintu tersebut segera diberi palang pintu yang dilengkapi petugas jaga.
“Dalam sehari, ada 70 lebih kereta api melintas di perlintasan double track tak berpalang di Desa Kalisari ini. Seharus perlintasan tersebut diberi palang pintu, karena jalur tersebut merupakan jalur alternatif yang ramai dilalui warga,” tandas AKP Machsus. (thd/ida)
Ada 70 KA Melintas, Perlu Palang Pintu

Kronologi Kejadian
1. Ahmad Sungkar, 35, warga Kelurahan Sugih Waras, Jalan Surabaya Gang 5 Nomor 2, Kecamatan Pekalongan Timur, Kota Pekalongan, berhenti menerima telepon sekitar 200 meter dari perlintasan double track tak berpalang pintu.
2. Tanpa melihat kanan kiri dan tak menghiraukan warga yang berteriak mengingatkan ada kereta lewat, Ahmad Sungkar langsung tancap gas melaju kencang dengan Honda Vario nomor polisi G 2013 TH.
3. KA Agro Anggrek dari arah timur menuju ke barat langsung menabrak hingga korban terseret 100 meter dari lokasi. Vario dan tubuh korban hancur tak berbentuk.
4. Petugas forensik Satlantas Polres Batang terpaksa mengumpulkan ceceran tubuh korban untuk dievakuasi ke RSUD Kalisari Batang.

Sumber : Disarikan dari materi berita.