400 Satwa Bonbin Terancam Mati

327

Kekurangan
Anggaran Pakan

BALAI KOTA – Kasus kematian sejumlah koleksi binatang seperti yang terjadi di Kebun Binatang Surabaya (KBS) bisa jadi akan terulang di kebun binatang (bonbin) Mangkang, Semarang. Pasalnya, Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Taman Margasatwa atau Bonbin Mangkang saat ini kekurangan anggaran untuk biaya membeli pakan hewan. Apalagi jumlah koleksi satwa di bonbin pindahan dari Tinjomoyo ini semakin bertambah, sehingga membutuhkan banyak makanan dan biaya tinggi.
Kepala UPTD Taman Margasatwa Mangkang Kusyanto mengatakan, pihaknya meminta tambahan anggaran biaya untuk pakan hewan di APBD perubahan 2014 ini menjadi sebesar Rp 52 juta. Selama ini, anggaran untuk membeli pakan itu besarannya hanya Rp 40 juta per tahun, dan sudah tidak mencukupi. Jika tak ditambah, dikhawatirkan koleksi binatang di bonbin ini bakal kelaparan. Khususnya hewan yang selama ini membutuhkan makanan daging, seperti harimau dan singa.
”Anggaran pakan selama ini sudah tidak mencukupi dengan kebutuhan pakan hewan di bonbin yang sudah bertambah besar dan semakin banyak,” kata Kusyanto, kemarin.
Menurut dia, kebutuhan pakan hewan yang ada di bonbin sudah mencapai puluhan kilogram daging ayam yang dikombinasi dengan daging sapi. Mengingat tingkat konsumsi makan hewan di sana semakin tinggi, baik jumlah maupun porsi makan hewan yang sudah dewasa.
Dia mengatakan, kebutuhan daging sapi dan ayam itu untuk memenuhi kebutuhan makan 9 ekor harimau dan singa, buaya, elang, biawak dan lainnya. Setiap hari kurang lebih harus disediakan 20 kilogram daging untuk memberi makan hewan-hewan tersebut. Saat ini, koleksi binatang di bonbin ini mencapai 400 ekor. ”Untuk harimau saja habis 3-4 ekor ayam sekali makan,” kata Kusyanto.
Sementara itu, terkait pengunjung di Bonbin Mangkang, Kusyanto, mengaku khawatir jumlahnya akan menurun. Hal itu seiring dengan keberadaan objek wisata baru Goa Kreo yang kini terlihat sudah mulai menjadi tempat jujukan baru masyarakat dalam berwisata.
”Pada awal-awal dibukanya Goa Kreo itu, kemungkinan masyarakat yang mempunyai rencana berkunjung ke bonbin akan mengalihkannya ke Goa Kreo sehingga pengunjung di sini (bonbin) akan berkurang,” ujarnya.
Menurutnya, hal itu sudah terlihat pada saat libur Lebaran kemarin, banyak masyarakat yang sudah mulai menjadikan Goa Kreo sebagai tempat baru untuk berwisata. Harapannya, Goa Kreo memang dapat menjadi destinasi wisata yang berkembang dengan baik, demikian juga dengan Bonbin Mangkang.
”Saat ini rata-rata kunjungan masyarakat di Bonbin Mangkang 1.000 orang per minggu,” katanya.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang Masdiana Safitri mengatakan, pihaknya akan mengembangkan pengelolaan Bonbin Mangkang menjadi perusahaan daerah (perusda). Dengan demikian, diharapkan bonbin akan terus berkembang dan destinasi wisata yang menarik bagi masyarakat.
Dengan menjadi perusda, baik sistem pengelolaan maupun fasilitas sarana prasarana pasti akan dikembangkan. Saat ini, pembentukan perusda tersebut masih dalam tahap pembahasan kajian naskah akademik. ”Targetnya tahun 2015 nanti sudah bisa jadi perusda,” tegasnya. (zal/aro/ce1)