7 Polisi Terbukti Tarik Pungli

268

Kasatlantas Akan Diperiksa
MUGASSARI – Unit Propam Polda Jawa Tengah terus memeriksa 10 anggota Satlantas Polres Pekalongan yang diduga melakukan pungutan liar (pungli) di jembatan Comal. Hasil pemeriksaan, tujuh di antaranya terbukti melakukan pungli dan tiga di antaranya tidak terlibat. Propam Polda Jateng sudah merampungkan empat berkas oknum polisi tersebut. Selain itu Polda Jateng akan melakukan pemeriksaan terhadap Kasatlantas Polres Pemalang.
Hasil pemeriksaan, tujuh oknum ini disinyalir kuat menjalankan aksinya sejak jembatan Comal ambles. Selain tujuh oknum Satlantas Pemalang, dua orang karyawan warung makan diamankan. Karyawan warung makan S dan R mencari sopir. Setelah dapat, data diberikan kepada oknum polisi tersebut. Oknum ini hanya menjalankan aksinya mulai pukul 21.00 sampai 05.00. ”Hanya tujuh yang terbukti melakukan aksi pungli, sedangkan tiga lainnya tidak,” Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Alloisiyus Liliek Darmanto.
Polda Jateng menegaskan akan memberikan sanksi tegas bagi tujuh oknum polisi tersebut. Berkas secepatnya diserahkan Ankum untuk selanjutnya segera diproses sidang. Tujuh anggota itu melakukan pelanggaran disiplin berat. Sanksi mulai penempatan dalam ruang waktu khusus. Dan secara otomatis akan dibatasi hak-haknya. ”Pasti akan diberikan sanksi setimpal, sesuai dengan perbuatan oknum itu. Kami juga akan memeriksa Kasatlantas Polres Pemalang, untuk mengetahui sejauh mana pengawasan kepada bawahannya,” tambahnya.
Kabid Propam Polda Jateng, Kombes Pol Hendra Supriyatna menambahkan, ulah oknum Satlantas Polres Pemalang disinyalir karena ada kesempatan. Sebab, dalam beroperasi, mereka melakukannya mulai pukul 21.00 sampai 05.00. Tujuh oknum itu satu kelompok yang memang mendapatkan tugas untuk mengatur dan memantau arus lalu lintas saat arus Lebaran dan ketika jembatan putus. ”Tujuh oknum polisi yang melakukan itu. Mereka bekerja sama dengan warga untuk mencari kendaraan yang melebihi tonase 10 ton agar bisa melintas. Satu kendaraan mulai Rp 100 sampai 300 ribu,” katanya.
Oknum Satlantas Polres Pemalang itu pun tidak langsung menerima uang. Pelayan rumah makan S dan R yang bertugas mencari sopir dan menawarkan jasa. Setelah semua terkumpul, oknum yang sudah memegang catatan memperbolehkan kendaraan melintas. Padahal sesuai aturan kendaraan yang lebih dari 10 ton dilarang melintas. ”Tapi karena ada bantuan dari oknum polisi itu, akhirnya kendaraan bisa melintas. Pimpinan mereka saya yakin sudah memberikan pengarahan. Ini hanya ulah oknum yang tidak bertanggung jawab,” tambahnya. (fth/ric/ce1)