Delapan Perampas ABG Digulung

328

BARUSARI – Generasi baru penjahat Kota Semarang terus bermunculan. Usia mereka masih cukup muda, antara 15-17 tahun. Seperti delapan perampas bersenjata tajam (sajam) yang dibekuk Unit Resmob Polrestabes Semarang kemarin (11/8). Sekalipun masih belia, aksi mereka cukup sadis dan ditakuti. Tak segan para perampas ABG ini melukai korbannya dengan senjata tajam. Seperti saat beraksi di traffic light Sam Poo Kong Jalan Simongan, Semarang Barat, Minggu (10/8) dini hari lalu. Korbannya, Achmad Nur Rochim, 18, warga Gisikdrono, Semarang Barat. Korban dibacok dan handphone miliknya dirampas.

”Komplotan perampas bersajam ini memang usianya masih muda, tapi mereka sangat sadis. Mereka tidak segan membacok korban jika melakukan perlawanan. Biasanya langsung memepet motor korban, lalu menendangnya di tengah jalan,” kata Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Djihartono saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, Selasa (12/8).

Ironisnya, kata Djihartono, sebelum beraksi, para tersangka lebih dulu mengonsumsi miras dan pil trihex. Pihaknya cukup miris, karena dari delapan yang ditangkap semua anak di bawah umur. Bahkan, sebagian masih duduk di bangku sekolah. ”Mereka umurnya 15 sampai 17 tahun. Ini yang membuat kita prihatin,” ujarnya didampingi Kanit Resmob Polrestabes Semarang AKP Kadek Adi Budi Astawa.

Kadek Adi Budi Astawa menambahkan, delapan tersangka yang rata-rata warga Semarang Barat ini dibekuk di rumah nasing-masing, Senin (11/8) malam. Selain itu, diamankan dua penadah barang hasil rampasan.

Seorang tersangka berinisial P, mengaku, hanya diajak saat nongkrong dengan teman-temannya. Ia mengaku sebagai joki dan bertugas membawa sajam. ”Saya yang merampas handphone. Baru sekali itu,” kata P, yang mengaku masih sekolah di salah satu SMK di Kota Semarang.

Sebelum merampas, P dan rekan-rekannya menenggak miras jenis ciu. Hasil kejahatan itu lalu dibagi rata, dan digunakan untuk bersenang-senang. ”Saya hanya dapat bagian Rp 10 ribu. Habis buat jajan,” akunya.

Kedelapan tersangka yang masih di bawah umur ini dicokok dari rumah masing-masing. Praktis, hal itu sempat membuat orang tua mereka kaget mendapati anaknya ditangkap polisi. Sejumlah orang tua tersangka bahkan sampai menangis, dan tidak percaya jika anaknya terlibat aksi perampasan menggunakan senjata tajam. ”Tadi habis dijenguk ibu, dibawain baju. Ibu saya sampai menangis,” kata P sambil menundukkan kepala.

Selain menangkap kedelapan tersangka, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya, handphone hasil rampasan, sabuk berwarna merah, serta tiga sepeda motor. Suzuki Skydirve bernopol H 4162 HF, Honda Supra bernopol H 2574 N, serta Yamaha Mio GT. Hingga kemarin, kedelapan tersangka masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolrestabes Semarang. Mereka akan dijerat pasal 365 KUHP tentang pencurian disertai kekerasan dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara. (fth/aro/ce1)