Jaring Akademisi, BEI Hapus Terminal Fee

257

SEMARANG–PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menghapuskan terminal fee bagi akademisi. Hal ini guna menarik lebih banyak investor dari kalangan tersebut.
Kepala Kantor Pusat Informasi Pasar Modal (PIPM) Semarang, Stephanus Cahyanto Kristiadi mengatakan bahwa kalangan akademisi di antaranya dosen dan mahasiswa berpotensi besar untuk menjadi investor.
“Tahun lalu saja, dari 3.000 pembukaan rekening efek baru, lebih dari 500-nya dari kalangan akademisi,” ujarnya, kemarin (12/8).
Semakin bertambahnya investor dari kalangan akademisi, katanya, salah satunya disebabkan oleh pengenalan terkait pasar modal. Di antaranya dengan memasukkan materi pasar modal dalam mata kuliah.
“Sudah ada beberapa perguruan tinggi yang memasukkan pasar modal dalam mata kuliah. Bahkan ada juga yang mewajibkan mahasiswanya yang mengambil mata kuliah tersebut untuk membuka rekening efek,” ujarnya.
Di Semarang sendiri setidaknya sudah ada 8 perguruan tinggi yang menjadi mitra dan tiga sedang dalam proses untuk bekerjasama. Belum lagi ditambah satu di Kudus dan satu di Tegal. “Hal ini tentu sangat membantu kami dalam menyosialisasikan pasar modal,” ujarnya.
Karena itu, lanjutnya, BEI mengambil kebijakan menghapuskan terminal fee untuk kalangan akademisi. Dengan penghapusan terminal fee sebesar Rp 33 ribu yang sedianya ditarik tiap bulan ini diharapkan bisa menambah lebih banyak investor dari kalangan akademisi.
“Sekarang sudah banyak perusahaan sekuritas yang memberlakukan pembukaan rekening efek minimal Rp 100 ribu. Bagi kalangan mahasiswa kami rasa segitu tidak berat. Tapi kalau tiap bulan dipotong Rp 33 ribu, 3 bulan saja habis, karena itu dihapuskan,” jelasnya.
Penghapusan terminal fee ini diberlakukan sejak awal Agustus ini. “Selama masih berstatus mahasiswa, mereka bebas terminal fee, tapi kalau sudah lulus otomatis dikenakan kembali,” tandasnya. (dna/ida)