Peluang Bertahan Makin Tipis

274

MAGELANG— PPSM Sakti Magelang wajib meraih poin penuh di laga kandang terakhir melawan Persis Solo agar bisa bertahan di Divisi Utama Liga Indonesia musim depan. Namun, target itu dipastikan akan sulit terealisasi karena Persis menjadi satu-satunya tim yang belum terkalahkan musim ini.

Untuk itu, skuad PPSM Sakti diminta berjuang mati-matian di laga pamungkas, Sabtu (23/8) mendatang. Tim pelatih pun sudah mulai menyiapkan strategi karena harus kehilangan pemain belakang Heri Setyawan yang mendapat hukuman kartu merah.

Pelatih Kepala PPSM, M Hasan mengatakan, target bisa meraih minimal satu poin di tiga laga terakhirnya memang tak tercapai. Sebab, permainan anak-anak asuhannya dirasa masih dalam adaptasi setelah tidak berlatih selama libur panjang jeda kompetisi. “Memang ada sedikit masalah mengenai adaptasi pemain,” kata dia, kemarin.

Namun menurutnya, di pertandingan selanjutnya nanti anak-anak asuhannya sudah siap bertempur. Melawan Persis nanti, ia berharap tim bisa minimal mengamankan satu poin. “Target kami bisa menang, tapi minimal seri sudah kami syukuri. Tapi jika seri, masih harus melihat hasil pertandingan lainnya. Jadi, jika ingin aman harus menang,” ujarnya.

Jelang libur kompetisi saat Ramadan, skuad berjuluk Macan Tidar ini berada di peringkat tiga klasemen sementara grup 4 Divisi Utama. Namun, dengan tidak adanya tambahan poin di tiga pertandingan lanjutan, mereka merosot ke posisi 7.

Berturut-turut PPSM harus mengakui keunggulan Persiku Kudus dengan skor 0-2, kalah telah 0-4 dari PSIS Semarang dan harus tunduk 0-2 dari Persitema. Saat melawan Persitema, Heri Setyawan terkena kartu merah dan harus absen di laga melawan Persis nanti.

Dengan absennya salah satu pemain intinya tersebut, maka tim pelatih pun harus mencari pengganti. Sejauh ini mereka menyiapkan Drajad Hari Wibowo untuk menggantikan peran Heri. “Memang ini suatu kerugian bagi kita. Rencananya untuk mengganti Heri, kami akan menyiapkan Drajad HW,” ucapnya.

Peluang untuk bisa bertahan di kompetisi kasta kedua Liga Indonesia ini, ia mengaku masih cukup besar. Sebab, tim lainnya, seperti Persiku, Persipur, Persip juga masih belum aman dari zona degradasi. “Mereka juga akan saling bunuh di laga terkahirnya. Jadi, lolosnya kami dari zona merah juga tergantung dari hasil pertandingan mereka juga,” tuturnya.

Mengenai faktor nonteknis, menurut Hasan, juga akan segera diselesaikan oleh manajemen. Yaitu, gaji untuk Juni dan Agustus. “Mei sudah dibayarkan, sementara untuk Juli tidak, karena kami tidak melakukan latihan di bulan itu,” ucapnya.

Sementara, Manajer PPSM, Widarto mengatakan, masalah hak-hak pemain dan ofisial tim segera diusahakannya untuk dibayarkan. Terpenting, saat ini tim kebanggaan warga Kota Magelang ini bisa lolos dari zona merah dan tetap ikut dalam kompetisi bergengsi kasta kedua ini. (vie/ton)