40 Adegan, Teman Pelaku Pilih Kabur

298

REJOMOLYO – Aksi pembunuhan SPG cantik, Fatma Sari Wijaya, 18, di rumah kontrakannya, sebenarnya sudah diketahui oleh teman pelaku, Dedek Syahrial, 23. Yakni, Remundo, 20. Sayangnya, Remundo ketakutan hingga akhirnya memilih kabur dan tidak menghentikan aksi pelaku yang sudah kesetanan.
Hal tersebut terungkap saat Petugas Polsek Gayamsari melakukan reka ulang kasus pembunuhan Fatma Sari Wijaya, 18, di rumah kontrakannya di Kampung Batik Tengah Nomor 489, Kelurahan Rejomulyo RT 4 RW 2, Gayamsari. Sedangkan pelaku, Dedek Syahrial, datang menggunakan kursi roda dan dipapah petugas.
Reka ulang di rumah kontrakan korban ini sempat mengundang perhatian warga sekitar. Meski begitu, tidak ada keluarga atau kerabat korban yang datang ke lokasi. Dari sejumlah adegan yang diperagakan, muncul fakta baru. Dalam reka ulang tersebut, pelaku memperagakan 40 adegan mulai dari kedatangan pelaku, saat menghabisi nyawa korban sampai kabur.
Remundo mengaku memilih keluar dengan maksud menghubungi bos tempatnya bekerja. Sesaat sebelum keluar, ia mendengar pelaku Dedek terlihat marah-marah dan kesal. ”Sempat masuk ke kamar dan melihat pelaku (Dedek, Red) mencekik korban. Saya disuruh pergi dan menutup pintu,” aku Remundo.
Dengan nada emosi, kata Remundo, Dedek mengatakan akan menghabisi nyawa korban, sembari memutar kakinya yang sudah menjepit kepala korban. Bahkan ia mengaku masih mendengar suara krak dan rintihan kecil dari mulut korban. ”Dedek bilang tunggu sebentar, mau saya matikan dulu orang ini karena tidak bayar. Habis itu saya takut, jadi pergi,” tambahnya.

Dalam rekonstruksi itu, adegan demi adegan dilakukan Dedek dengan santai. Seperti tidak ada rona penyesalan di wajah pemuda yang berprofesi sebagai penjual obat herbal tersebut. Meski begitu, ia masih harus menggunakan kursi roda dan dipapah petugas karena belum bisa berjalan tegak.
Adegan dimulai saat Dedek datang mengetuk pintu dan menawarkan produk obat herbal. Usai menawarkan dan mengcek kesehatan korban, pelaku emosi karena enggan membayar. ”Saya malah dikatakan penipu, makanya langsung saya pukul,” aku Dedek dalam adegan tersebut.
Korban sempat melawan hingga akhirnya lari ke dalam kamar dan terjatuh. Dedek terus mengejar dan melakukan pemukulan lagi. Saat itulah, korban yang dalam kondisi terjepit mengambil gunting dan menyabetkannya mengenai jari kanan Dedek. Melihat darah keluar dari jarinya, Dedek kian emosi dan langsung menendang dan memiting korban dengan kaki. ”Gunting saya rebut dan kemudian saya tikamkan di leher bagian kanan. Setelah itu bagian kepala sambil saya patahkan lehernya dengan kaki,” tambahnya Dedek.
Sementara Remundo yang ketakutan mencari penjual pulsa untuk menelepon bos perusahaan. Belum sempat menghubungi, Dedek sudah mengejarnya di Bundaran Bubakan dan mengajaknya pulang menggunakan angkot. Kepada Remundo pelaku sempat berpesan agar tidak menceritakan pembunuhan itu kepada orang lain. ”Kalau ditanya saya disuruh jawab jika Dedek usai dikeroyok di Pasar Johar. Tapi saya takut,” aku Remundo.
Kasus pembunuhan sadis yang menimpa SPG yakni Fatma Sari Wijaya, 18, tejadi Minggu (3/8) lalu. Korban yang merupakan alumnus SMA Terang Bangsa ini ditemukan tewas bersimbah darah di kamar rumah kontrakan di Kampung Batik Tengah Nomor 489, Kelurahan Rejomulyo RT 4 RW 2, Gayamsari. ”Reka ulang ini untuk melengkapi berkas tersangka agar segera bisa dilimpahkan ke Kejaksaan,” kata Kanit Reskrim Polsek Gayamsari, AKP Suharto. (fth/ida/ce1)