Debu Truk Galian C Dikeluhkan Warga

290

KENDAL—Truk pengangkut material galian C di Kaliwungu Selatan dikeluhkan warga. Pasalnya truk-truk tersebut tidak disertai penutup bak truk yang memadai, sehingga menyebabkan debu bertebaran. Akibatnya banyak warga yang diserang penyakit infeksi saluran pernafasan akut (Ispa).
Pantauan Radar Semarang di sepanjang Jalan Sekopek menuju Boja memang cukup padat oleh lalulalang truk bermuatan material hasil Galian C yang diambil dari Desa Protomulyo Kecamatan Kaliwungu Selatan. Kondisi tersebut diperparah dengan bak truk terbuka yang tidak ditutup dengan terpal secara rapat.
Akibatnya, rumah warga yang berada di sekitar Jalan Sekopek-Boja terkena imbasnya. Banyak debu berterbangan masuk ke rumah-rumah. Begitupun pengguna jalan, baik pejalan kaki, pengguna roda dua ataupun roda empat harus selalu menggunakan masker saat melintasi jalan tersebut.
Selain menyebarkan debu, truk Galian C ditengarai warga menjadi penyebab rusaknya jalan. Sebab muatan berat mengakibatkan aspal mengelupas dan berlubang. Padahal, Jalan Sekopek masih dalam proses perbaikan dengan pengecoran.
Salah seorang warga setempat, Aminah, 38, mengatakan bahwa keberadaan truk Galian C tersebut mengakibatkan banyak debu yang bertebaran. “Tidak sedikit warga yang mengalami sesak nafas, batuk dan gangguan pernafasan lainnya ataupun gatal-gatal pada kulit dan mata perih,” keluhnya, Rabu (20/8) kemarin.
Aminah mengaku, jika keluarganya yakni suami dan anak-anaknya selalu mengeluhkan kulitnya gatal-gatal, batuk dan sesak nafas akibat debu tersebut. “Kalau sakit ya harus dibawa ke Puskesmas Kaliwungu Selatan. Sebab, tidak mungkin warga menuntut kepada sopir truk untuk mengikuti kendaraan,” tandasnya.
Menurutnya setiap hari debu masuk dalam rumah dan ruangan kamar. Hal tersebut juga mengakibatkan dirinya harus selalu menyapu ruangan agar selalu bersih. “Meskipun jalan sudah disirami dengan air, tetap percuma. Karena debu terbanyak bukan dari jalan, tapi dari truk pengangkut material Galian C,” tambahnya.
Selain mengakibatkan penyakit, debu tersebut juga menghambat perekonomian warga. Sebab, warung kuliner terganggu dengan banyaknya debu yang menempel di setiap tempat, terutama makanan yang dijual.
“Saya saja terpaksa tidak jual makanan yang sifatnya terbuka. Begitu pembeli melihat debut mengenai makanan, sudah enggan masuk. Padahal etalase toko saya ini ditutupi debu cukup tebal. Kalau tidak segera dibersihkan akan membuat pembeli jijik,” kata Maksum, 40, penjual makanan.
Maksum sempat berpikir pindah rumah demi menghindari debu untuk kenyamanan dan kesehatan keluarganya. “Tapi siapa yang mau membeli rumah saya, kalau kondisinya seperti ini. Apalagi, saya sudah sejak kecil hidup di sini,” ungkapnya.
Dia berharap, Pemkab Kendal dapat memberikan perhatian dan segera memberikan solusi. “Harus ada solusi yang tepat, karena ini menyangkut orang banyak. Truk Galian C ini beroperasi mulai subuh sampai jam tujuh malam, tiap harinya,” imbuh Maksum.
Keluhan juga dialami pengendaa roda dua, Riyadi, 33, yang melintas di Jalan Sekopek. Dia sangat terganggu dengan kemunculan debu yang membuat perih mata. “Saya tidak sering lewat jalan ini, karena saya tahu banyak debu kalau musim kemarau dan licin saat musim hujan,” ucapnya. (bud/ida)