Wali Kota: Tunggu Tanggal Mainnya!

350

BALAI KOTA – Rencana pendirian jaringan taman bermain dalam ruangan (indoor theme park) Trans Studio di Kota Atlas disambut antuasis oleh warga. Keberadaan Trans Studio yang dilengkapi banyak wahana permainan modern dinilai bisa meramaikan pariwisata Kota Semarang.
”Wah, asyik banget kalau benar Trans Studio dibangun di Semarang. Kita nggak usah jauh-jauh datang ke Bandung,” kata Aditya Rizky, warga Perumahan Gombel Permai, Ngesrep, Banyumanik.
Menurut Aditya, saat ini Kota Semarang memang masih minim arena permainan berkelas nasional, apalagi internasional. Ia yakin, kehadiran Trans Studio bakal menyedot pengunjung dari luar kota untuk datang ke Semarang. ”Tentunya iklim bisnis Kota Semarang juga akan lebih bergairah,” ujarnya.
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat dikonfirmasi menguatkan soal rencana pendirian Trans Studio di Semarang. Ia menyatakan saat ini masih dalam proses pembicaraan dengan pihak Trans Corp. Meski begitu, Hendi, sapaan akrab wali kota, belum mau berkomentar banyak terkait rencana pembangunan area bermain indoor terbesar di Indonesia itu.
”Masih proses pembicaraan Mas, mohon doanya,” ujarnya saat dikonfirmasi terkait kebenaran pendirian Trans Studio di lahan Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) dan Taman Hiburan Keluarga Wonderia Jalan Sriwijaya, kemarin (26/8).
Saat ditanya mengenai proses kerja samanya dan sejauh mana kesiapan pemkot soal pendirian Trans Studio tersebut, wali kota hanya mengatakan: ”Tunggu tanggal mainnya Mas, masih dalam proses kok,” jawabnya singkat.
Seperti diketahui, saat ini aset pemkot yang diincar pengusaha Chairul Tanjung untuk dibangun Trans Studio itu masih dimanfaatkan oleh pihak Wonderia. PT Smart Wonderia selaku pengelola Wonderia bekerja sama dengan pemkot sejak tahun 2002, dengan perjanjian kontrak hingga 25 tahun ke depan atau sampai 2027 (bukan 2025) mendatang, dengan pembayaran sewa saat ini Rp 265 juta per tahun.
Terkait wacana pembangunan Trans Studio di atas lahan milik pemkot itu, sementara penyewaan aset masih panjang, Kabag Kerjasama Setda Kota Semarang Agus Sutyoso menyatakan, akan mempelajari lebih dulu apakah memang memungkinkan untuk pemutusan kontrak. ”Kita sedang pelajari masalah itu (penghentian kerja sama). Apalagi selama ini juga terus merugi,” ujarnya singkat.
Terpisah, Operasional Manager PT Smart Wonderia Indra Harmoko mengakui, rencana pembangunan Trans Studio di area Wonderia hingga kini masih belum ada pembicaraan yang serius antara PT Smart dengan pihak Trans Studio. Pasalnya, kontrak yang dilakukan oleh PT Smart Wonderia dengan Pemkot Semarang belum habis. ”Kontrak kita sampai 2027 atau masih sekitar 13 tahun lagi,” ungkap Indra Harmoko.
Lebih lanjut Indra mengatakan, pembicaraan itu belum mengarah ke pembangunan Trans Studio, dan masih dalam batas pembicaraan antar owner yang belum ada deal tertentu.
Untuk pembangunan Trans Studio itu, menurutnya, Pemkot Semarang hanya menjembatani. Misalnya, kedua belah pihak sepakat untuk pembangunan Trans Studio, maka kesepakatan itu bisa dijalankan. Tetapi apabila belum ada, maka tidak bisa dijalankan.
”Pemkot itu sekadar menjembatani kedua belah pihak akan diapakan Wonderia ini. Tetapi hal itu bisa saja terjadi, tetapi belum tahu kapan,” katanya.
Menurut dia, yang terpenting baginya sebagai pengelola adalah bagaimana agar Wonderia itu bisa berkembang dan maju, sehingga masyarakat bisa datang, dan menikmati arena permainan yang ada di tempat tersebut.
”Untuk itu, kami memberikan pelayanan semaksimal mungkin bagi setiap pengunjung Wonderia, termasuk merawat setiap wahana permainan yang ada dengan baik. Meski ada spare part yang harganya mahal, tetap kami beli. Itu untuk kebaikan dan kenyamanan pengunjung,” ujarnya.
Pihaknya kini juga telah meminta kepada manajemen pusat memberikan tambahan wahana permainan baru agar lebih lengkap. ”Kami juga selalu pantau wahana permainan baru yang dimiliki oleh kompetitor. Ini dilakukan agar permainan yang dimiliki Wonderia tak ketinggalan,” katanya. (zal/hid/aro/ce1)