Pimpinan KONI Jawa Tengah Tak Boleh Vakum

308

SEMARANG – Status pelaksana tugas (plt) Ketua Umum KONI Jawa Tengah yang dijabat oleh Hartono akan habis November mendatang. Namun setelah November, KONI Jawa Tengah belum punya solusi untuk kelanjutan kepemimpinan induk organisasi olahraga di Jawa Tengah tersebut.

Hartono ditemui kemarin mengatakan, sesuai surat keputusan (SK) Ketua Umum KONI Pusat, jabatan Plt Ketua Umum KONI Jawa Tengah akan habis November mendatang dan tidak bisa diperpanjang. Namun Hartono yang juga Wakil Ketua Umum II KONI Jateng tersebut mengakui belum ditentukan mekanisme penentuan ketua umum KONI Jateng baru. Wacana Musyawarah Olahraga Provinsi Luara Biasa (Musorprovlub) untuk memilih kembali ketua umum yang baru yang sempat bergulir beberapa waktu lalu, saat ini juga menguap begitu saja.

“Saya sudah 11 bulan jadi Plt, dan sudah habis masa berlaku SK dari KONI pusat November mendatang. Tapi memang belum dipastikan akan ada mekanisme apa, tapi prinsipnya pimpinan KONI Jawa Tengah tidak boleh vakum. Soal nanti Musorprovlub atau apapun, kita lihat saja,” jelasnya.

Selama menjabat Plt, Hartono mengaku sudah melaksanakan tugas dengan baik. Di antaranya sebagai fasilitator pengprov cabang-cabang olahraga untuk melaksanakan kegiatan. “Ada 98 kegiatan cabor yang telah terlaksana, mulai mengikuti atau menyelenggarakan kejurnas, kejurprov, try in, try out dan sebagainya. Bahkan cabor sepatu roda, beberapa atlet kita berangkatkan ke Taiwan untuk berlatih dan mengikuti kejuaraan,” paparnya. Untuk bidang organisasi, selama kepemimpinannya, Hartono sudah melantik lima kepengurusan pengprov cabor serta KONI kota/kabupaten. “Artinya, selama Ketua Umum KONI Jateng dijabat oleh Plt, tidak ada masalah. Kegiatan berjalan normal,” tegasnya.

Seperti diketahui, sebelumnya memang beberapa pengprov cabang olahraga dan KONI kota/kabupaten mengirim surat ke KONI Jawa Tengah, meminta dilaksanakan Musorprovlub. Pihak pemerintah provinsi melalui Gubernur Jawa Tengah juga meminta agar kepemimpinan KONI Jateng didefinitifkan. Apalagi, beberapa event olahraga besar sudah di depan mata. Misalnya PON Remaja Desember mendatang dan babak kualifikasi semua cabang olahraga untuk PON 2016 yang akan dilaksanakan tahun depan.

Ketua Umum KONI Jateng non-aktif Tutuk Kurniawan, saat dihubungi beberapa waktu lalu tidak mau berkomentar. “Saya kira saat ini bukan waktu yang tepat untuk membicarakan soal itu,” ucapnya, saat dikonfirmasi soal kepemimpinan KONI Jateng.

Namun beberapa waktu lalu, KONI Jateng melalui Kabid Organisasi Untung Budiarso mengaku siap menggelar Musorprovlub, jika memang ada permintaan tertulis dari anggota minimal 2/3 dari jumlah anggota KONI. Menurut Untung Budiarso, Musorprovlub adalah hal yang biasa dan menjadi hak anggota KONI. ”Musorprovlub adalah hal yang biasa dalam dinamika organisasi, karena sudah diatur dalam AD/ART KONI. Sepanjang memenuhi kuorum 2/3 dari jumlah anggota, KONI wajib melaksanakan permintaan Musorprovlub,” kata Untung.

Menurut Untung, KONI memiliki anggoata yakni 53 pengprov cabor dan 35 KONI kabupaten/kota dan tujuh badan fungsional. Dikatakannya, dalam pasal 27 ayat 2 Anggaran Dasar disebutkan Musorprovlub dapat digelar atas permintaan tertulis paling sedikit 2/3 (dua per tiga) dari jumlah anggota, dan dalam surat permintaan itu harus disebutkan secara singkat dan tegas mengenai hal yang dibicarakan. (smu)